Don’t Give Up friends

dont-give-upAkankah anda menyia-nyiakan hidup anda karena masalah yang datang menerjang? Hidup itu perjalanan. Hidup itu perjuangan. Susah, sedih, bahagia, duka cita, kemalangan, penyakit, kesuksesan, berkat, karunia, apa pun itu, hendaknya kita syukuri dan nikmati sebagai bagian dari perjalanan hidup kita. Hidup ini tidak selalu indah. Ada kalanya kita tertimpa masalah dan kemalangan. Ada kalanya bahagia dan keinginan yang kita inginkan tak kunjung terwujud. Ada kalanya kita merasa Tuhan begitu tidak bermurah hatinya kepada kita. Ada kalanya kita merasa begitu terberkati dan bergelimpangan rahmatNya. Namun semua itu tentang bagaimana kita tetap bersyukur dan berjuang melalui hidup ini, sesulit apa pun tantangan dan kemalangan yang menimpa, sebanyak apapun berkat dan karunia yang kita dapatkan.

Saya pun pernah mengalami masa-masa kesedihan dan keputusasaan yang membuat saya berlarut-larut dalam kesedihan dan kemalangan. Rasanya tubuh ini sudah terlampau lelah untuk berjuang dan bertahan. Seolah Tuhan sudah tidak mengasihi saya sehingga menurunkan murkanya kepada saya. Namun, selalu saya dibuat malu saat mengingat bahwa masih banyak saudara-saudara saya yang mengalami kehidupan jauh lebih buruk dari pada yang saya alami. Kesadaran bahwa masih banyak orang yang lebih kurang beruntung dan menderita membuat saya selalu bisa bangkit dari semua masalah dan cobaan.

Malam hari dengan hujan rintik-rintik menerjang kota ada seorang tunawisma yang maaf kondisinya kurang sempurna, tapi beliau tetap saja mengatur lalu lintas untuk mendapatkan sedikit rejeki dari orang dan yang membuat saya teriris lagi saat beliau merasa gatal dan kelelahan hanya bersandar disebuar pipa besi untuk kabel telepon sambil menggeser-geser badannya untuk mengurangi rasa gatal. Sungguh hebat sekali beliau dan saya mengakui beliau lebih hebat dari saya bahkan orang-orang yang duduk dibangku pemerintahan. Dalam benak pemikiran saya dipenuhi banyak sekali pemikiran tentang permasalahan hidup.

Bagaimana susahnya para pengemis yang menahan lapar dan menahan sakit saat datang? Bahkan saat nyawa mereka terenggut pun para pengemis itu hanya dilalui orang dan diinjak-injak tanpa menerima penguburan yang layak. Dimana keluarga mereka, orang-orang yang mengasihi mereka? Tidak ada.

Bagaimana pula dengan anak-anak yatim piatu yang ada dipinggir jalan? Perut busung lapar mereka, tulang-tulang berbalut kulit di tubuh mungil tak berdosa.

Bagaimana dengan orang-orang yang terlahir cacat, yang menggantungkan hidupnya pada orang lain untuk dapat bertahan hidup, yang harus merangkak menyeret-nyeret tubuh mereka untuk dapat berjalan, kaki menjadi tangan dan tangan menjadi kaki? Yang harus menelan perasaan tak berdaya dan pandangan mengasihani dari orang-orang yang melintasinya?

Tidakah kalian bersyukur atas betapa sempurnanya hidup kalian dibandingkan mereka? Kita memiliki keluarga, makanan, kesehatan, pakaian, pekerjaan, rumah, mobil, berlian, I-Phone, I-Pad, kampred, whateverlah itu. Kita bergelimpangan berkat dan rahmat. Kita berjuta-juta kali lebih beruntung dibandingkan saudara-saudara kita yang berkesusahan teman.

Lalu apa hak kita untuk mengeluh hanya karena tidak mendapatkan kenaikan pangkat sementara ada jutaan orang tidak bisa mendapatkan pekerjaan? Lalu apa hak kita untuk iri hati melihat rumah tetangga kita lebih mewah sementara banyak orang tidur di kolong jembatan? Lalu apa hak kita untuk menghujat Tuhan saat kita putus Cinta sementara berjuta-juta orang hidup sebatang kara tanpa satu pun orang yang mengasihinya?

Putus cinta, bunuh diri. Gaji kecil, bunuh diri. Nggak punya uang, bunuh diri. Stress jadi artis, bunuh diri. Nggak dapat kerjaan, bunuh diri. Suami selingkuh, bunuh diri. Mudahnya kita mengakhiri nyawa sendiri karena perkara sepele, sementara di setiap rumah sakit di seluruh dunia, para dokter berusaha keras menyelamatnya nyawa orang-orang sakit yang masih ingin hidup dan menikmati indahnya dunia (Kalian akan menghargai kesehatan saat kalian merasakan penyakit yang membuat kalian putus asa).

Tidak kah kita malu akan diri sendiri bila bercermin dari kehidupan beliau? Betapa mudahnya anak muda jaman sekarang menyerah dan berkeluh kesah atas segala sesuatu yang dialaminya? Betapa mudahnya kita menghujat Tuhan dan meratapi nasib? Lihat lah orang yang kurang beruntung! mereka tidak mengeluh akan kondisi sekarang tapi mereka tetap berjuang dan berkarya untuk melanjutkan hidup . Sementara kita? Hanya menangis meraung-raung, meratap untuk waktu yang lama, menolak makan dan minum dan mengecam semua pihak, mencari-cari siapa yang harus bertanggung jawab dan pantas disalahkan atas kemalangan yang kita alami. Betapa memalukannya kita ini.

Saya terkadang tersenyum kalau mendengar seseorang mengeluh ini itu tentang hidupnya karena mereka belum mengetahui akan arti hidup mereka. Yang suaminya begini lah, yang duit belanja kurang lah, yang nggak bisa nyalon lah, yang nggak bisa beli I-Pad lah, yang mau keluar negeri tapi nggak punya duit, yang iri kanan kiri. Apa lagi yang kalian keluhkan? Kalian masih memiliki nafas, kesehatan dan keluarga. Masih banyak yang bisa kita lakukan ditengah kemalangan kita.

Ingatlah selalu orang lain saat kita putus asa. Bahwa basih banyak orang lain yang menderita selain kita. Bahwa penderitaan mereka jauh lebih besar dari penderitaan kita. Bahwa semuanya hanya kerikil kecil dalam hidup yang dapat kita lalui. Jangan menyerah. Jangan menyerah.

Sebenarnya sangat manusiawi jika seseorang merasa sedih dan putus asa jika menghadapi masalah dalam hidupnya. Namun demikian, tetaplah untuk jangan menyerah. Usahakan selalu yang terbaik dalam diri kita. Hidup hanya sekali, kita harus sungguh-sungguh menghargainya. Kalau mereka bisa menghadapi hidup dengan semangat, jadi kenapa kita tidak bisa?

Semoga orang-orang yang kurang beruntung dari kita mendapatkan berkah. Amin

” Hidupmu itu hidupmu, hidupku itu hidupku tapi jalanilah hidup anda lebih baik dengan mencontoh penjuangan hidup orang lain dalam menjalani hidup. Jangan Menyerah Kawan, Hidup Kita Masih Panjang dan Unik untuk dijalani. “

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: