budaya maluSekarang banyak orang nyaris tidak lagi memiliki rasa malu karenanya tidak segan-segan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Orang lain disekitarnya tidak dianggap ada, seakan tidak lagi menghargai sesamanya, tidak lagi menghormati hukum, seakan tidak lagi memiliki nilai sopan santun.

Malu adalah satu perasaan negatif yang timbul dalam diri seseorang akibat daripada kesedaran diri mengenai perlakuan tidak senonoh yang dilakukan oleh dirinya sendiri.
Malu dalam masyarakat mempunyai 3 lapis pengertian, iaitu:
1.Malu Sebagai Perasaan
2.Malu Sebagai Tanda Harga Diri
3.Malu Sebagai Fungsi Kawalan Sosial

Rasa malu semestinya merupakan budaya yang lazim diterapkan oleh karakter bangsa-bangsa timur. Kenyataannya, budaya malu perlahan-lahan mulai menghilang dengan proses pembauran yang global. Tanpa malu-malu, karakter budaya ketimuran mulai mengadopsi karakter budaya kebaratan yang kadang-kadang “tidak tahu malu”, semisal pergaulan bebas dan cara berpakaian. Saat tadi saya berangkat menuju tempat kerja, saya melihat sesuatu yang cukup membuat saya dan pengendara lain tercengang akan perbuatan 2 muda-mudi yang tanpa rasa ada malu atapun bersalah melakukan perbuatan kurang baik ditempat umum dan belum pantas mereka lakukan. Akankah perbuatan itu akan terus dibiarkan menjalar kepada penerus bangsa? secara tidak langsung muncul pertanyaan apakah ini hasil pendidikan sekarang baik dilingkungan masyarakat ataupun keluarga yang dikatakan sudah maju dari pendidikan terdahulu? Kapan waktunya kita berubah menjadi bangsa yang kembali luhur dan lebih baik dari sekarang?

Malu satu emosi yang negatif bagi setiap orang. Tetapi ia merupakan aspek yang positif dalam kehidupan bermasyarakat, karena perasaan malu dapat mengawal orang supaya tidak menyeleweng daripada norma masyarakat dan sekaligus dapat membentuk satu suasana sosial yang lebih harmoni. Indonesia membutuhkan manusia yang mempunyai rasa malu untuk menjadi bangsa yang besar dan manju. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan upaya menanamkan nilai mulia yang ke dalam diri setiap insan dalam arti seluas-seluasnya. Oleh itu sikap “tahu malu” seharusnya dipupuk dalam masyarakat kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: