komersialisasi pendidikanPenerimaan Peserta didik baik tingkat SD sampai universitas memang masih lama karena ini baru bulan januari, tapi jika kita melihat kembali bagaimana proses penerimaan peserta didik yang ada kemarin sangat miris karena masih ada tindak kecurangan dalam penerimaan. Komersialisasi pendidikan tak asing lagi bagi para orang tua murid yang mempunyai prestasi tapi tidak bisa masuk ke sekolah maupun universitas terbaik di Indonesia. Permasalahn ini memang sederhana tapi kalau dilihat dari dampak yang mungkin bisa ditimbulkan akan sangat mempengaruhi masa depan pendididkan di Indonesia bahkan mempengaruhi masa depan bangsa Indonesia.
Apa sih dampaknya komersialisasi pendidikan? Bagi kaum ber-uang tidak masalah. Karena uang yang dikeluarkan bisa bak mengeluarkan secara langsung dari ATM. Tapi, yang perlu diingat adalah bahwa tidak semua masyarakat Indonesia adalah orang yang kaya. Sebagian besar penduduk Indonesia adalah masyarakat menengah kebawah. Ini artinya, ketika komersialisasi pendidikan semakin merajalela, kesempatan belajar bagi masyarakat menengah kebawah akan semakin terenggut artinya telah merenggut hak asasi manusia untuk memperoleh pengajaran dan pendidikan. Biaya pendidikan semakin tak terjangkau. Dan yang muncul di kemudian hari adalah masyarakat miskin hanya dapat menikmati pendidikan yang ecek-ecek atau kurang bermutu. Atau bahkan bisa masuk ke fakultas yang bermutu di universitas yang amat baik pula, tapi kuliahnya harus terhenti karena tidak kuat membeli buku, perlengkapan kuliah, dan kebutuhan-kebutuhan sekunder kuliahnya.
Beberapa dampak dari komersialisasi pendidikan:
1. Dapat mendatangkan virus yang dapat membuat bangsa garuda tidak dapat menikmati pendidikan dan memperoleh pengajaran yang seharusnya menjadi haknya.
2. Merebaknya kultur instan di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang makin mengabaikan terhadap nilai-nilai moral kehidupan. Sikap apresiatif terhadap nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan keuletan dinilai mulai mengalami proses pembusukan.
Ironisnya, masyarakat sudah menganggap fenomena semacam itu sebagai sebuah kejadian yang wajar sehingga tak terlalu penting untuk dipersoalkan.
3. Kekeliruan dalam menafsirkan makna otonomi sekolah yang sejak beberapa tahun terakhir menjalar dalam dunia persekolahan.
Dengan dalih untuk menjalin kemitraan dalam menggali dana institusi, sebuah sekolah seolah-olah dianggap sah apabila melakukan berbagai cara untuk mengembangkan institusi, termasuk dengan melakukan komersialisasi pendidikan. Padahal, sejatinya, otonomi sekolah mesti dimaknai sebagai upaya untuk memberdayakan sekolah dalam mengembangkan budaya mutu di sekolah yang bersangkutan, baik dari sisi akademik maupun nonakademiknya. Namun, diakui atau tidak, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya budaya mutu yang dikembangkan di sekolah, melainkan budaya “petak umpet” untuk mendapatkan berbagai macam keuntungan berkedok otonomi sekolah.
4. Dampak paling berbahaya yang ditimbulkan oleh praktik komersialisasi pendidikan adalah tumbuh suburnya budaya korupsi, kolusi, dan manipulasi (KKN).
Ibarat dalam dunia bisnis, setiap rupiah yang dikeluarkan harus menghasilkan keuntungan. Sejumlah uang yang dikeluarkan oleh orang tua diharapkan akan mendatangkan kemudahan dalam mencari pekerjaan atau kedudukan. Imbasnya, ketika menjadi pejabat atau pengambil kebijakan, kelak mereka akan selalu menghubung-hubungkan antara uang yang telah dikeluarkan untuk menimba ilmu dan jaminan kesejahteraan yang akan diterimanya. Jika gaji dirasakan belum cukup untuk mengembalikan uang pelicin untuk mendapatkan bangku pendidikan, mereka tak segan-segan untuk mengambil keuntungan dengan berbagai macam cara.
Oleh karena itu, sebelum telanjur negeri ini menjadi “Republik Korupsi”, ada baiknya sekolah kembali difungsikan perannya. Negeri kita bisa dikatakan sangat sekali membutuhkan generasi-generasi yang mengharamkan KKN dalam menjalankan hidup dan kehidupannya.

Iklan

Comments on: "Komersialisasi Pendidikan dan Nerakanya" (1)

  1. Great ˇV I should certainly pronounce, impressed with your site. I had no trouble navigating through all tabs and related info ended up being truly simple to do to access. I recently found what I hoped for before you know it at all. Reasonably unusual. Is likely to appreciate it for those who add forums or something, web site theme . a tones way for your customer to communicate. Nice task..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: