kuliahPendidikan di negara “berkembang” seperti Indonesia menjadi salah satu fokus utama pembangunan bangsa yang utama saat ini, karena semakin banyaknya masyarakat terdidik di Indonesia diharapkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dapat berkembang sesuai dengan tingkat pendidikannya, tetapi mahalnya biaya pendidikan dan perubahan kurikulum yang begitu cepat saat ini khususnya di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seakan membuat cita-cita besar diatas hanya menjadi mimpi di siang hari bahkan mimpi yang tak akan terwujud. Uang kuliah tunggal (UKT) perguruan tinggi negeri (PTN) akan diberlakukan mulai Tahun Pelajaran 2013/2014, Agustus mendatang. Hal tersebut dipastikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Djoko Santoso, usai penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013, di Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/02).

Meski masih lama dalam proses pelaksanaannya yaitu kurang lebih 5 bulan lagi, berbagai persiapan telah dilakukan. Salah satunya adalah menyiapkan standar satuan biaya operasional pendidikan tinggi. “Dalam unit cost ada dua bagian yaitu standar biaya dan tarif maksimum, atau yang dikenal dengan harga eceran tertinggi (HET),” kata Djoko.

Standar yang akan keluar secara periodik ini ditetapkan dengan mempertimbangkan capaian Standar Nasional Pendidikan Tinggi, jenis program studi, dan indeks kemahalan wilayah. Tarif maksimum yang dikenakan kepada mahasiswa memiliki ketentuan jumlahnya di bawah standar biaya. Karena telah ditanggung oleh pemerintah dengan bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN). “Dengan diberlakukannya UKT dan BOPTN, maka perguruan tinggi tidak lagi menarik uang pangkal. Mahasiswa hanya wajib membayar SPP,” sahut Djoko. BOPTN merupakan instrumen kontrol finansial untuk menetapkan biaya yang ditanggung oleh mahasiswa. Tujuan akhirnya adalah meringankan beban yang harus ditanggung oleh mahasiswa. Secara terpisah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan,standar satuan biaya ini menjadi dasar untuk mengalokasikan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk PTN, “Nanti SPP tidak boleh lebih tinggi dari unit cost,” katanya.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Uang Kuliah Tunggal (UKT) itu tidak akan mencekik mahasiswa yang kondisi ekonominya menengah kebawah? dan Akankah Perguruan Tinggi Swasta(PTS) juga akan menerapkan sistem ini tanpa ada BOPTN? Semoga kebijakan ini membantu berbagai kalangan masyarakat agar mampu mengenyam bangku perkuliahan untuk hidup yang lebih baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: