sisigelapSetiap orang mempunyai suatu sisi gelap. Itulah fakta yang tak bisa kita hindari, “everyone is a moon and has a dark side he never shown to anybody” (Setiap orang adalah seperti bulan, mempunyai sisi gelap yang tidak pernah ia tunjukkan kepada orang lain). Lebih dari sekadar perlu disadari, sisi gelap ini sangatlah perlu diwaspadai. Masalahnya, dalam kondisi tak terkendali, bagian inilah yang sering merampas kegemilangan dan kesuksesan yang dirintis susah payah bertahun-tahun.

Kita ambil contoh saja, mulai dari seorang atlet, artis, politikus hingga seorang pemuka agama yang punya repu-tasi begitu tersohor, akhirnya dirusakkan oleh sisi gelapnya sendiri. Biasanya masyarakat umum mulai menghujat dan menjauhi mereka, tatkala sisi gelap ini terungkap. Dan, sampai kapan pun sisi gelap ini akan terus menjadi misteri yang menarik untuk diungkap.

Bagaimana Menyikapi Sisi gelap

Bagaimana menyikapi sisi gelap pada diri kita dan orang lain? Hal terpenting yakni kesadaran dan penerimaan bahwa setiap orang memiliki shadow-nya sendiri-sendiri.

Inilah bagian sisi yang oleh agama dan ajaran religius kita kerapkali disebut juga sebagai dosa. Karena itu, perlu dipahami bahwa sangat mudah bagi setiap orang untuk terjebak dalam sisi gelapnya. Namun, menyadari kecenderungan ini bukannya kita lantas
harus tunduk pada sisi gelap ini. Dalam film Naruto,  ketika ingin mengendalikan kekuatan kyubi yang ada pada dirinya, digambarkan dengan bagus tatkala dia juga mau memahami apa yang diinginkan sisi gelapnya dan untuk menyadarkan sisi gelap itu tidak dengan pertempuran melainkan dengan rasa hangat dari hati untuk saling memahami.

Bagi banyak orang, perjuangan melawan sisi gelap ini merupakan suatu pertempuran yang paling menarik dalam sebagian besar dari perjuangan kehidupan manusia. Realita menunjukkan selalu terjadi pertempuran antara sisi gelap dan sisi terang dalam diri kita hingga memunculkan salah satu pemenang.

Untuk itulah, seorang penulis yang juga seorang clinical hypnotherapist Kyle Varner dari Maryland, memberikan tip cara menyikapi secara positif sisi gelap kita ini.

Pertama
menurutnya adalah menyadari kecenderungan adanya sisi gelap kita. Tidak adaseorang pun yang luput dari sisi gelap ini. Justru dikatakan mereka yang paling menggembar-gemborkan bahwa dirinya tidak berada dalam sisi gelap ini, merupakan mereka yang paling mudah terjerumus dalam lubang sisi gelap ini. Karena itu, pertama-tama adalah menyadari pola (pattern) kecenderungan sisi gelap diri kita ini.

Kedua
adalah berusaha tidak melawan, tetapi merenungkan mengapa muncul sisi-sisi gelap tersebut. Di balik sisi gelap tersebut umumnya ada kebutuhan dan keinginan yang mungkin belum terpenuhi, atau tepatnya unfinished business dalam kehidupan kita. Memang sisi gelap tersebut bukannya harus diikuti, tetapi disikapi secara positif bahwa sisi gelap menunjukkan kemanusiaan kita yang nyata. Realita menunjukkan semakin kita melawan semakin besar dorongan dalam diri kita, semakin kita merasa kalut dan terjebak semakin jauh. Menurut Kyle Verner, dengan menyadari dan menerima sisi gelap ini terlebih dahulu, barulah kita bisa belajar mengendalikannya.

Ketiga
adalah mengarahkan energi sisi gelap tersebut untuk meraih kualitas hidup kita. Di satu sisi kita mengakui bahwa kita mempunyai kecenderungan negatif yang muncul dari sisi gelap tersebut, tetapi hal itulah yang sebenarnya bisa menjadikan hidup kita lebih kuat. Khususnya jika kita mampu mengendalikan bahkan menaklukkan sisi gelap tersebut.

Ketika semua orang mampu mengerti dan memanfaatkan sisi gelap dari kehidupan mereka, akhirnya akan mencapai kualitas diri yang jauh lebih luar biasa. So. berusahalah memahami sisi negatif dari dalam diri kita agar hidup lebih damai, tenang dan mencapai keberhasilan dalam kehidupan ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: