UN 2013 yang Terkucilkan

DSCN1404

Proses pelaksanaan Ujian Nasional telah menginjak hari yang kedua untuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Masalah yang tak terduga untuk UN 2013 banyak bermunculan seperti banyak daerah yang belum mendapatkan soal UN, soal yang tertukar dengan jenjang jurusan pendidikan yang diambil bahkan LJK yang tidak layak digunakan untuk pelaksanaan UN 2013. Kalau hal ini sudah terjadi kepada siapa kita mengadu dan siapakah yang wajib bertangggung jawab atas semua masalah kali ini?

Awal tahun 2013 pendidikan Indonesia digemparkan akan adanya perubahan kurikulum yaitu menjadi kurikulum 2013 yang menyita banyak perhatian masyarakat Indonesia  dikarenakan jarak pergantian kurikulum sebelumnya yang sangat dekat dan diperkirakan tidak bisa maksimal. Meskipun begitu kurikulum 2013 tetap diselenggarakan dalam arti bertahap-tahap dan telah disiapkan jadwal pelatihan guru untuk melaksanakan kurikulum 2013 oleh Kemendikbud. Kurikulum 2013 dikenalkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh melalui sosialisasi langsung kedaerah agar proses pelaksanaan kurikulum 2013 berjalan sesuai yang diinginkan.  Dilain pihak, proses pengenalan kurikulum memakan waktu yang cukup lama (awal Januari 2013 – Maret 2013) yang seakan-akan mengesampingkan UN 2013 yang dilakukan bulan ini. Akhirnya pelaksanaan UN kali ini mendapat banyak kecaman dari masyarakat Indonesia dikarenakan banyak permasalahn yang timbul pada UN kali ini bahkan msyarakat ada yang menginginkan Mendikbud mundur dari jabatan karena telah gagal melaksanakan UN 2013.

“Kurangnya komunikasi antara kemendikbud dengan percetakan dan daerah yang gagal melaksanankan UN ditrambah rumitnya sistem soal yang dibuat dari yang membutuhkan waktu 1 hari jadi 2 kali waktu yang dibutuhkan dalam menangani perbanyakan dan pengiriman soal UN” kata salah satu pekerja sebuah percetakan, Titik (17/04/2013).

Hal itu bisa kita lihat ketika kemendikbud dan pihak percetakan memberikan argumen yang berbeda mengenai masalah yang terjadi pada UN 2013.

Berbeda dengan pernyataan diatas, “Pak menteri kan pintar dan pasti sudah dipilih panitia khusus untuk menangani UN dan Kurikulum 2013, kalau UN 2013 ini bagus untuk perkembangn pendidikan di Indonesia, tapi itu harusnya direncanakna tahun ini dulu baru dilaksananakan tahun depan, bukan tiba-tiba ganti peraturan UN” kata salah satu pendidik salah satu sekolah di Karanganyar , Aris Susilo (17/04/2013).

“Jelasnya Indonesia memang belum mampu memajukan sektor pendidikan, karena memang masih banyak oknum yang menghalangi kemajuan pendidikan itu sendiri” Ujar salah satu pendidik salah satu sekolah di Grobogan, Dwi Yuniarto (17/04/2013).

Pendidikan Indonesia adalah aset kita bersama, jika kita malas maka jangan berharap pendidikan kita bisa maju seperti dulu yang pernah berjaya di Asia. Dengan tangan terbuka dan hati lapang mari kita duduk bersama menyelesaikan masalah yang ada untuk pendidikan yang mendatang lebih baik dari sekarang.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: