Kecurangan UNUjian Nasional merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilakukan oleh semua jenjang pendidikan yang ada di Indonesia. Unjian Nasional harus dilewati setiap peserta didik untuk mencapai strata pendidikan setingkat lebih tinggi dari jenjang pendidikan yang sekarang mereka pelajari yaitu dari SD ke SMP, SMP ke SMA dan SMA ke Universitas. UN tahun ini pelaksananaanya agak berbeda dari tahun kemarin dengan menerapkan beberapa soal untuk 20 siswa dlam setiap ruangannya, tapi ditahun 2013 tipe soal yang digunakan sebanyak 20 soal artinya setiap siswa akan mendapatkan masing-masing 1 tipe soal yang berbeda dengan teman-temannya dan pemberiannya dilakukan secara acak artinya tiap hari siswa akan mendapatkan tipe soal yang berbeda mungkin kemarin tipe A dihari kedua bisa jadi tipe B, C atau yang lain. Kemendikbud bermaksud untuk menghindari kecurangan – kecurangan yang dilakukan berbagai pihak baik dalam pelaksanaan UN. Kenyataannya berbagai bentuk kecurangan banyak ditemukan saat UN terjadi seperti pemakaian Hp untuk mencontek, bertanya kepada teman, pemberian kunci jawaban langsung dari pihak pendidik.

Kecurangan UN dari tahun ke tahun semakin menjadi, karena sudah menjadi kebiasaan yang terjadi ketika proses UN berlangsung.

“Guru pelaku sekaligus korban dari kesemrawutan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, kalau kita bilang tidak apa kita yang hanya guru baru bisa merubah paradigma guru yang sudah senior dan biasa melakukan hal tersebut? sebagai guru baru hanya bisa diam yang penting tidak terlibat dalam proses tersebut “, Ujar salah satu pendidik salah satu sekolah di Grobogan, Dwi Yuniarto (20/04/2013).

Disisi lain, kreativitas para oknum pelanggar dalam pelaksaaan UN bisa diacungi jempol karena ada saja trik untuk membodohi sistem yang diterapkan.

” Kemarin bincang-bincang sesama guru ada celotehan, Ujian Nasional itu salah satu sumber dosa bagi guru.. semakin pintar pemerintah membuat variasi peraturan soal, maka semakin canggih kecurangan yang terjadi didalamnya”, Ujar salah satu pendidik salah satu sekolah di Karanganyar, Aris (20/04/2013).

Segala bentuk kecurangan yang terjadi dalam penyelenggaran Ujian Nasional (UN) merupakan bomerang sendiri terhadap pendidikan yang ada di Indonesia karena hal itu merupakan tanda – tanda kemunduran pendidikan Indonesia sendiri.

“Kecurangan tetaplah tindakan kriminal dan harus dimusnahkan. Hidup memang serba sulit, tapi alangkah baiknya hidup sulit namun dijalan yang benar. Pelajar, anak didik adalah ruh bangsa kalo ruhnya aja udah rusak, berpenyakit bangsanya juga akan berumur pendek. Dimanapun kita, kapanpun kita menjadi seorang pendidik, didiklah penerus bangsa kita dengan wejangan yg betul2 di jalan yang benar. Motivasi seorang guru sangatlah penting. Karakter seorang pendidik begitu terdoktrin di memori anak. Biasakan yang benar, Jangan membenarkan yang biasa”,  Ujar salah satu pendidik salah satu sekolah di Grobogan, Dita (20/04/2013).

“Kejujuran adalah kunci kesuksesan, jadi berikan mereka kesempatan memilih untuk jadi orang jujur yang kelak akan sukses atau memilih sebaliknya”, Ujar Hibah Faithful(20/04/2013).

Kejujuran memang harganya sangat mahal, tapi lebih mahal keberhasilan dari hasil kebohongan maupun kecurangan karena taruhannya adalah penerus kita. Jika tidak dimulai dari kita sendiri, lalu harus dimulai dari siapa.  “Lebih baik susah diawal dari pada hancur diakhir” kalimat itu saya tujukan khusus untuk para oknum yang melakukan tindakan kecurangan dalam pelaksanaan UN kali ini. Jika kejujuran dan kedisiplinan sudah menjadi modal awal maka tidak dipungkiri semua sekolah mampu meluluskan 100% tanpa adanya konspirasi dari berbagai pihak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: