hardiknas-2013Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889  dan meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Tanggal kelahiran beliau diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Semenjak masih duduk di bangku SD sampai sekarang, saya masih ingat sekali semboyan dari Ki Hajar Dewantara,

  • Ing Ngarso Sungtulodo
  • Ing Madya Mangunkarso
  • Tut Wuri Handayani

Semboyan itu menggambarkan peran seorang guru atau pendidik dalam dunia pendidikan. Kumpulan peran yang cukup lengkap, yaitu: menjadi teladan, memberikan semangat, dan memberikan dorongan. Luar biasa sebenarnya seorang guru itu, bila dimaknai dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan berpengaruh sangat bagus kepada anak didiknya.

Bulan – bulan ini merupakan Ujian terbesar bukan hanya untuk Kemendikbud, sekolah ataupun siswa tetapi juga untuk para pengajar karena apa yang mereka ajarkan kepada peserta didik akan diuji oleh pihak pemerintah yang secara tidak langsung menilai sejauh mana kemampuan mereka dalam mengajar serta mengamalkan semboyan Pendidikan diatas. Proses pelaksanaan UN tahun ini bisa dikatakan  berbeda karena variansi tipe soal yang lebih beragam, dikatakan tidak berbeda karen permasalahan yang terjadi tahun – tahun dahulu terulang kembali, seperti masalah penyampaian kertas UN yang terlambat, pembagian yang kurang tepat dan masih banyak lainnya. Selain itu juga bisa dikatakan berkembang karena semakin kreatif soal yang dibuat semakin kreatif lagi kecurangan yang terjadi, Akankah ini bisa menjadi kebanggaan kita?

Terlepas dari UN 2013, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, mulai tahun pelajaran 2013/2014 akan diterapkan Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas. Bertahap, berarti kurikulum tidak diterapkan di semua kelas di setiap jenjang, tetapi hanya di kelas 1 (satu) dan kelas 4 (empat) untuk jenjang SD, dan kelas 7 (tujuh) untuk SMP, serta kelas 10 (sepuluh) untuk SMA dan SMK. Hal ini secara tidak langsung mengibaratkan akan terjadi dualisme Kurikulum yang akan digunakan pihak sekolah, mampukah sekolah melakukan dualisme kurikulum?.  Terbatas diartikan bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah. Sekali lagi terbukti, belum ada kesiapan secara menyeluruh dari semua sekolah yang ada di Indonesia, sekali lagi dimungkinkan akan ada persaingan yang mengorbankan peserta didik  karena dipastikan sekolah akan berlomba – lomba menggunakan kurikulum ini agar mendapat kesan bagus dimasyarakat.  Kurikulum 2013 ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Dengan waktu yang cukup singkat, dipotong untuk persiapan dan pelakasanaan UN 2013 kurikulum ini digadang – gadang mampu membawa perubahan Pendidikan yang ada di Indonesia sekarang.

Tema peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, yaitu “Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan” merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (Education for All) tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan. Semoga bukan hanya seonggok kata yang terumbar tapi mampu dibuktikan dengan jaminan mutu dan kualitas Pendidikan. Selamat Hari Pendidikan Nasional, Jaya Pendidikan Indonesia, Jaya Bansa dan Negaraku.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: