harkitnas-2013Kebangkitan Nasional adalah Masa dimana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928).
Kebangkitan nasional setelah kemerdekaaan dan sebelum kemerdekaan hampir dapat dikatakan memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencapai kemerdekaan dalam arti sesunggunya adalah lebih tepatnya untuk mengisi kemerdekaan itu sendiri karena masih banyak permasalahan yang dihadapi bangsa ini meskipun pada tahun ini merupakann peringatan yang ke-105, dimana semua orang diharapkan untuk lebih mampu berfikir kritis dalam menghadapi rintangan hidup yang semakin lama semakin berat untuk dijalani. Dewasa ini, banyak para kawula muda yang mudah berputus asa atas apa yang menimpa dirinya. Padahal, kalau kita mempunyai tekad, niat dan mau berusaha kita dapat melakukan sesuatu yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Hari Kebangkitan Nasional ini, ada satu hal yang menarik yakni sebuah kata mutiara” Jangan kamu bertanya apa yang diberikan bangsa dan negara ini kepada mu, tetapi apa yang mampu kamu berikan terhadap bangsa dan negaramu ?”. Sebuah kata mutiara yang mempunyai makna yang jelas dan tegas tentang sebuah pertanyaan nasionalisme terhadap diri kita sebagai warga negara. Memang terdengar sepele kata mutiara tersebut dan terkesan pasaran atau kita sebut saja sering kita dengar berulang-ulang kali ditelinga kita, tetapi dibalik kata yang sering kita anggap pasaran tersebut sesungguhnya mempunyai nilai-nilai besar tentang sebuah makna nasionalisme.

Dilihat dari usianya sudah 105 tahun, bukan usia yang muda lagi. Akankah hal ini hanya peringatan serimonial semata?. Timbul pertanyaan dalam diri, apakah sebatas merasa anak bangsa Indonesia saja?, lalu apakah implementasi pada masa sekarang?

Begitu banyak kejadian yang menggembosi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan itu semua dilakukan oleh anak bangsa Indonesia, lalu dimana rasa persatuan yang sering kita dengungkan?

Ketika bendera Merah Putih dikibarkan, para pejuang dengan penuh penghayatan berdiri sempurna, tapi kini saat bendera Merah Putih berkibar, bukan menjadi urusan kita, namun urusan para petugas pengibar bendera.

Tantangan tersendiri bagi kita semua di masa sekarang, untuk memaknai Kebangkitan Nasional sebagai suatu kesadaran akan Persatuan, Kesatuan dan Nasionalisme yang hakiki  sebagai kepedulian berbangsa dan bernegara.

“”Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai sesuatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa merdeka.” ~ Soekarno”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: