senyuman indonesiaPENDIDIKAN merupakan sebuah hal yang perlu diperhatikan, perlu dukungan, dan terus dikembangankan. Meskipun saya bukan seorang pengamat dibidang pendidikan apalagi seorang Menteri Pendidikan, tapi tentunya setiap orang memikirkan hal ini, karena dengan majunya pendidikan mencerminkan kemajuan suatu bangsa. Dan tentunya sebuah keterbatasan perekonomian dan keterbatasan fisik bukanlah suatu penghalang untuk mengenyam pendidikan dan berprestasi.

Seorang manusia biasa pasti mampu melakukan hal yang luar biasa. Guru atau pendidik tau tenaga pengajar merupakan impian banyak orang khususnya para mahasisiwa yang mengambil jurusan pendidikan. Dalam kenyataannya yang terjadi di masyarakat banyak tenaga pengajar yang bukan berasal dari fakultas pendidikan, kenapa hal ini bisa terjadi menjadi pertanyaan besar yang seharusnya mampu sudah mampu situntaskan oleh pemerintah tapi hal ini sudah menjadi kebiasaan yang akhirnya dikesampingkan padahal secara tidak langsung terdapat beberapa dampak negatif dari permasalahan ini.

Kehidupan memang tak selamanya berjalan dengan pa yang kita pikirkan dan rencakan. Kesulitan – kesulitan pasti akan kita temukan ketika kita hendak maju selangkah menuju masa depan.  Tapi hal ini tidak berlaku bagi ibu Een yang tetap melakukan kegiatan belajar dan mengajar tanpa terpengaruhi akan kekurangan yang sekarang dimilikinya. Belum lama ini, Universitas Pendidikan Indonesia memberikan “Anugerah Pengabdian Sepanjang Hayat” kepada Een Sukaesih (50) atas jasanya di bidang kemanusiaan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Lulusan D3 Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan UPI angkatan 1982 ini meskipun dalam keadaan lumpuh, tetap menjalani profesinya sebagai pengajar dan pendidik. Kemudian menyusul SCTV yang telah memberikan anugerah kepada Een ‘wanita inspiratif‘ Sukaesih berupa special award melalui tiga kategori yaitu pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan kemanusiaan.

Menurut ibu Een, pembelajaran yang sesungguhnya berasal dari pengalaman adalah guru yang terbaik, hidup adalah perjalanan yang harus ditempuh apa pun bentuk perjalanan itu, dan semua akan menempuh sesuai dengan takdirnya. Yang menjadi penyemangat beliau sekarang adalah adanya anak-anak yang ingin belajar sehingga membangkitkan semangat dari vonis mati dokter, semangat ingin mencerdaskan anak bangsa. ibu Een percaya bahwa penentu segalanya hanya Allah SWT kita hanya ikhtiar dan berdoa, kemudian berprasangka baik pada Allah, segala yang kita terima adalah yang terbaik bagi kita, selalu bersyukur dan bersabar, optimis bahwa bersama kesulitan ada kemudahan, tidak mudah menyerah, tidak mudah putus asa, selalu tegar menghadapi kenyataan apapun masalahnya, dan pendidikan harus berbasis kasih sayang dan rasa peduli terhadap sesama, serta harus memiliki kewibawaan.

Ini adalah salah satu contoh betapa sebuah tujuan mulia itu tak akan pernah mudah berhenti meskipun ujian berat sekalipun menghadang. Terimakasih ibu Een, anda mempunyai jiwa yang mulia dan tak kenal lelah. Semoga Allah mengangkat penyakit anda sehingga anda mampu meneruskan cita-cita yang anda impikan sejak kecil.

” Senyuman adalah hal terindah di hidup, jika anda ingin melihat senyum penerus bangsa maka jangan pernah menyerah akan rintangan yang ada sekarang”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: