karakterDunia pendidikan kita terasa miris ketika mendengar dan melihat anak-anak didik melakukan kekerasan serta aksi yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang pelajar. Berangkat dari situ, para pakar pendidikan berpikir ulang solusi apa yang harus di buat ketika melihat anak bangsa mempunyai perilaku yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pelajar.
Sebelumnya, saya ingin menegaskan bahwa saya tidak menyalahkan sistem pendidikan di Indonesia. Hanya saja kecewa dengan sistem yang diterapkan untuk memajukan generasi muda saat ini. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini lebih terkesan hanya memperhatikan hasil tanpa memandang proses. Padahal proses pencapaian itulah yang terpenting.
Apalagi dengan adanya UN, bukannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tapi justru merusak moral bangsa dengan adanya berbagai kecurangan yang terjadi. Saya tidak menganggap bahwa UN adalah hal yang salah, tetapi saya juga kontra dengan adanya UN, sedangkan di sisi lain saya tidak setuju apabila UN dihapuskan. Tentu saja dengan berbagai pertimbangan yang telah saya buat. Sekarang, apabila UN ditiadakan dan standarisasi nilai hanya berdasarkan nilai rapot, itu justru akan menimbulkan ketidakadilan. Beda guru saja beda nilai, apalagi beda sekolah, dan di Indonesia sendiri terdapat ribuan sekolah. Sebagai contoh, katakanlah si A sekolah di SMA yang (maaf) akreditasinya kurang baik, di sana ia bisa mendapatkan nilai 100, sedangkan jika ia sekolah di SMA yang akreditasinya baik, belum tentu ia bisa mendapat nilai seperti itu, karena setiap sekolah memiliki standar nilai dan kualitas pengajaran masing-masing.
Kembali pada sistem pendidikan di Indonesia yang hanya memandang hasil, dengan adanya sistem seperti ini, para siswa jadi menyepelekan proses, mereka ingin mendapatkan sesuatu dengan cara yang instan tanpa perlu pengorbanan yang berat. Contoh nyatanya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat, seperti terjadinya kebocoran soal UN, siswa yang ketahuan mencontek pada saat ujian, bahkan ada guru yang notabene sebagai pendidik justru memberikan kunci jawaban kepada siswa pada saat ujian. Dengan adanya kasus seperti ini, masihkan pendidikan moral dianggap penting oleh masyarakat? Sedangkan perilaku siswa itu sangatlah penting. Dan pendidikan tidak selalu mengenai akademik, tetapi pendidikan karakter, akhlak, dan budi pekerti sangatlah penting peranannya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.”Munculnya gagasan program pendidikan karakter dalam dunia pendidikan di Indonesia, bisa dimaklumi, sebab selama ini dirasakan, proses pendidikan ternyata belum berhasil membangun manusia Indonesia yang berkarakter. Bahkan, banyak yang menyebut, pendidikan telah gagal membangun karakter. Banyak lulusan sekolah dan sarjana yang piawai dalam menjawab soal ujian, berotak cerdas, tetapi mentalnya lemah, penakut, dan perilakunya tidak terpuji.”

“Satu hal lagi sebelum membuat para peserta didik berkarakter seharusnya setiap pengajar harus terlebih dulu memiliki karakter yang khas dan bagus sehingga peserta didik pun akan memliki karakter, secara tidak langsung sebelum mengajar harus ada ujian psikologi untuk mengetahui pengajar tersebut memilki karakter yang bagus atau kurang bagus”
Akankah Pendidikan berkarakter akan selalu digadang- gadang mampu membawa perubahan jika masih banyak pendidik yang (maaf) belum punya kharakteristik diterima mengajar, Kalau begini salah siapa?
Iklan

Comments on: "Pendidikan Berkarakter, Hanyalah Omongan Belaka?" (1)

  1. Saya terpaksa berterus terang… yang saya kurang bersetuju dengan pedapat awak.
    . camna pon idea awak memang benar.. saya hormat awak atas penulisan ni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: