love is youDosakah aku mencintaimu
Mendampingimu inginkanmu
Aku manjadi diri sendiri
Tak peduli apa kata dunia
Ku nanti hari ketika
Cinta datang cinta menang
Jadi sayangku bertahanlah
Bila terkadang mulutnya kejam
Peluklah aku jangan menyerah
Mereka bukan hakim kita
Bintang yang mempertemukan kita
Cinta yang mempertahankan kita
Ooh…tuhan dengarkan doa
Dari cinta yang terlarang
Rasa yang mempersatukan kita
Cinta yang mempertahan kita
Ooh…tuhan dengarkan doa
Dari cinta yang terlarang
Cinta dan rasa bersatu di doa
Berharap cinta kita yang terlarang
Berharap cinta kita yang kan menang

Lirik lagu diatas adalah miliknya Nidji berjudul Dosakah Aku. Sebenarnya lagu ini sudah aku dengar sejak lama, tapi ketika aku mendengar kembali lagu ini dinyanyikan.

Kekuatan cinta yang ditampilkan di lirik lagu ini membuat aku semakin menghargai betapa pentingnya “cinta” itu di perjuangkan. oh…. cinta ternyata tak semudah yang aku bayangkan. Cinta itu butuh perjuangan dan kekuatan.
kalimat “Cinta dan rasa bersatu di doa” sangat dalam maknanya. Ini semakin membuktikan kalau sesungguhnya cinta itu berasal dari Tuhan oleh karena itu mintalah pada Sang Pemilik Cinta agar diberikan kepada kita cinta sejati. Tak perlu dengar apa kata dunia yang penting cinta itu berasal dari Tuhan.
Jadi sayangku bertahanlah
Bila terkadang mulutnya kejam

Peluklah aku jangan menyerah
Mereka bukan hakim kita
erkadang cinta memang buta, tapi sadarkah kita kalau ternyata dunia yang sering membutakan cinta kita. Dunia

bukan hakim kita, tak perlu dengar apa kata mereka. Wow, perjuangan cinta yang sangat mendalam. Jadi teringat cintanya Rose pada Jack di film “Titanic“. Perjuangan cinta yang sangat “luar biasa”, walaupun akhirnya mereka harus dipisahkan oleh kematian. Ada satu lagi cerita cinta yang “luar biasa”, kisah cinta dalam film “The Note Book”. Walaupun banyak rintangan yang dikejar, cinta yang telah mempersatukan mereka tak akan pernah digoyahkan oleh apapun dan siapapun. Hanya kematian yang dapat memisahkan. Karena kematian adalah kehendak Sang Pemilik Cinta.
Tak ada habisnya berbicara soal cinta, karena cinta adalah sebuah ruh dalam kehidupan dan kebudayaan manusia. Meskipun seringkali cinta dihalangi sebuah tembok besar yaitu nilai dan pandangan masyarakat. Manusia yang saling mencintai terkadang mampu melewati tembok besar itu, namun tak jarang yang terhenti dan pasrah begitu saja tidak memperjuangkan cinta sucinya.

Dari banyak segi, cinta memperoleh keindahannya dari perjuangan-perjuangan gigih dan pantang menyerah untuk mempertahankannya. Suatu kekuatan, ruh kehidupan dasar yang memang patut diperjuangkan, seharusnya tidak bisa diganggu-gugat, sebuah harga mati dari perjuangan hidup manusia.
Perjuangan dalam memperoleh cinta sejati seseorang memang harus sulit. Istilah “perjuangan” tidak akan muncul apabila itu didapatkan dengan sangat mudah. Meskipun istilah “perjuangan” itu tingkatannya bermacam-macam untuk setiap individu, namun cinta yang didapatkan dengan perjuangan yang sulit akan mendapatkan kebahagiaan yang jauh lebih baik daripada cinta yang didapat hanya dengan menunggu dan pasrah. Apalagi “pasrah” dengan cinta yang dipaksakan pihak ketiga yang seharusnya hanya memberi masukan, bukan sebuah rayuan yang sebenarnya adalah “paksaan”. Tak jarang pernikahan karena bujukan orang tua tidak akan bertahan lama karena salah satu tidak puas dan merasa hubungan itu tidak pernah dia inginkan.

Berbagai kenangan, gambar yang jelas terekam dalam perjuangan cinta akan selalu mengiringi kebersamaan hingga akhir hayat seseorang. Meskipun salah satu sudah tidak lagi merasakan cinta dalam sebuah hubungan, namun rekaman perjuangan itu masih terlihat jelas. Rekaman itu membuat cinta bangkit, tetes air mata penyesalan dan rasa iba terhadap kekasih yang dulu benar-benar diinginkannya dan kekasih yang telah menemani selama ini akan muncul. Cinta yang mati suri bisa bangkit kembali, kali ini menjadi lebih kuat dari sebelumnya karena ini juga merupakan rangkaian perjuangan cinta. Mungkin karena itulah istilah “cinta sejati” itu muncul.

Perjuangan cinta ini tak akan ada habisnya hingga akhir dunia. Masalah yang sama maupun berbeda akan selalu muncul setiap saat, hanya memori niat awal yang tulus dan memori kebersamaanlah yang akan selalu menguatkan cinta. Ada yang menyatakan bahwa semakin besar ujian dan cobaan, maka semakin kuatlah seseorang. Konsep cinta bisa disamakan dengan hal itu, semakin besar cobaan dalam cinta, semakin besar perjuangan yang diperlukan, semakin kuatlah hubungan. Sandungan-sandungan dalam pengejaran cinta pasti ada, namun tak salah sama sekali jika seseorang mengejar cinta sejatinya dan menganggapnya sebagai harga mati.
“aku ingin meniti hari-hariku dengan keteguhan hati ini adalah takdirku yang harus aku alami karena aku semakin tak karuan entah apa yang ada di benaku sekarang ini yang pasti aku hanya ingat kamu.”

Oh, Tuhan tunjukkanlah ridho-Mu dalam cinta. Cinta yang berasal darimu, cinta yang abadi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: