Anda, Guru Tidak Profesional?

guru-profesionalGuru merupakan suatu pekerjaan yang sangat mulia. Tugas guru sebagai teladan bagi murid-muridnya harus memiliki sikap dan kepribadian utuh yang dapat dijadikan tokoh panutan idola dalam seluruh segi kehidupannya. Karenanya guru harus selalu berusaha memilih dan melakukan perbuatan yang positif agar dapat mengangkat citra baik dan kewibawaannya, terutama di depan murid-muridnya. Disamping itu guru juga harus mengimplementasikan nilai-nilai tinggi terutama yang diambilkan dari ajaran agama, misalnya jujur dalam perbuatan dan perkataan, tidak munafik. Sekali saja guru didapati berbohong, apalagi langsung kepada muridnya, niscaya hal tersebut akan menghancurkan nama baik dan kewibawaan sang guru, yang pada gilirannya akan berakibat fatal dalam melanjutkan tugas proses belajar mengajar. Beban ini bertambah keika oknum guru yang tidak profesioanal mencoreng nama besar profesi pendidk yang penuh dengan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Karakter manusia yang beraneka ragam, ada yang baik ada jjuga yang buruk. Begitu juga dengan profesi guru melibatkan berbagai macam karakter. Sebenarnya yang diperlukan bukanlah kehomogenan karakter antara satu sama lain, melainkan dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi bagi penyandang profesi ini sehingga julukan guru tidak profesional tidak akan pernah menghinggapi profesi agung ini. Karena sangat sakralnya ada kepanjangan dari kata Guru dalam bahasa jawa yaitu “digugu lan ditiru (diperhatikan dan dicontoh)”. Penjatuha vonis bahwa seorang guru tidak profesional pasti berdasarkan tolak ukur keprofesionalan serta alasan yang dianggap menyalahi kaidah – kaidah yang ada. Misalnya, guru yang datang tidak tepat waktu, memberikan nilai yang tidak sesuai dengan kemampuan murid-murid yang sehausnya belajar tidak ada sangkut pautnya lagi dengan alasan anak si A, B dan C. Bahkan membuat tercengang adalah adanya oknum guru yang “main belakang” dengan muridnya sendiri tapi hal ini dibiarkan saja tanpa ada penindakan berarti  padahal dia sudah memiliki istri. Apakah Hal ini terpuji? dan tidak menjerumuskan anak didiknya ke lubang hitam? dan yang lebih mengenaskan oknum yang melakukan adalah seorang PNS yang sudah lama dan ada juga yang baru diangkat PNS. Inikah keprofesionalan guru?

Hal lain yang mengikat guru untuk tetap melakukan tugasnya secara profesional adalah kode etik guru yang menjadi hal skral setiap pendidik baik guru maupun dosen yang merupkan sumpah setia seorang guru untuk mengabdi dan melakukan tugasnya sebagaimana  mestinya tanpa penyelewengan yang dilakukan. Sosok guru di film “Laskar Pelangi” mampu dijadikan contoh bagaimana seorang guru yang tidak mengejar materi meski dalam kondisi yang kurang tapi tetap memberikal pembelajaran yang optimal bagi siswanya. Perilaku inilah yang mampu dikatakan atau boleh menyandang gelar “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: