selamat hari ibu-22 desember 2010keluarga-bahagiaKetika kita membicarakan seorang yang sering dipanggil dengan sebutan “Ibu”, beliau laksana bidadari surga yang diturunkan dalam setiap keluarga di bumi ini. Cinta kasih seorang ibu tidak akan pernah berhenti hinggal ajal menjemput. Selama ibu mengandung dan bersabar menunggu kelahiran seorang anak yang dikandungnya, ibu tak pernah mengeluh sedikitpun justru ibu selalu tersenyum menunggu kehadiran sang buah hati. Ibu merupakan pelita harapan bagi seluruh anak di dunia. Tanpa adanya restu dan doa dari ibu maka tidak ada suatu keberkahan hidup yang dialami oleh seorang anak.

Ibu adalah satu kata penggambaran cinta paling nyata di dunia ini, namun kisah cinta ibu ini hanya terdengar saat kita masih anak-anak, seiring perjalanan waktu dan ketika kita dewasa kita mulai melupakannya. Anak adalah buah cinta kasih orang tuanya, mereka belajar dan mendapatkan pengetahuan dari orang terdekatnya terutama sosok seorang Ibu. Oleh karena itu cinta dan perhatian yang tulus seorang Ibu terhadap buah hatinya telah menjadi inspirasi bagi mereka untuk bisa berperilaku dan menunjukkan kreatifitasnya sebagai bentuk ungkapan terima kasih setelah begitu banyak perhatian dari Ibu yang diberikan kepadanya. Sekecil apapun ekspresi mereka adalah bentuk nyata dari naluri seorang anak kecil; polos, lugu, tetapi mengandung ketulusan yang benar-benar murni. Mereka bisa melakukan seperti itu tentu saja adalah karena kasih sayang dan cinta seorang ibu selalu ada dan dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, pengabdian dan perhatiannya tidak pernah mengenal kata berhenti layaknya sebuah keajaiban yang hadir dan menjadi naluri alami untuk terus memberi dengan sepenuh hati.

Dengan penuh kasih sayang yang begitu dalam seorang ibu merawat anaknya dengan sebaik mungkin. Kasih sayang seorang ibu selalu melindungi anaknya tiada henti dan tidak peduli seberapa besar bebannya. Seorang ibu tetap bekerja keras demi anak yang disayanginya. Hal terindah bagi seorang ibu adalah melihat sang buah hatinya tersenyum. Setelah buah hatinya tumbuh menjadi dewasa, ibu membimbing anak-anaknya untuk menuju masa depan. Sosok seorang ibu itu sangat luar biasa ibu mengandung anak selama 9 bulan dan ibu menanggung beban berat dalam perutnya, dan ibu harus berjuang antara hidup dan mati saat melahirkan anaknya.

Pernahkah kita berbuat nakal semasa kecil lalu ibu kita marah? Tentu hal itu pernah kita alami. Coba, ingatlah masa kecil kita sejenak. Khususnya yang berhubungan dengan kenakalan yang kita lakukan dan amarah seorang ibu. Dulu, kita pernah berbuat nakal sehingga ibu kita marah besar kepada kita. Kemudian di hati kita merasa bahwa ibu sudah tidak lagi menyayangi kita. Lalu kita pun berpikiran untuk pergi keluar rumah dengan linangan airmata. Ibu yang sedang marah hanya membiarkan kita pergi dan menutup pintu rapat-rapat. Tinggallah kita yang masih kecil di luar rumah. Kehujanan dan tidak tahu mau kemana untuk tempat berteduh. Lalu kita kembali mendekati rumah dan duduk di depan pintu sambil merenungi apa yang terjadi. Kita mengingat kembali bagaimana sayangnya ibu kepada kita. Betapa perhatiannya terhadap makanan kita. Betapa cemasnya terhadap rasa sakit kita. Betapa hangatnya pelukannya saat kita merasa takut. Kita pun mulai menangis dan memanggil nama ibu yang kita cintai. Suara lirih. Penuh penyesalan yang perih. Ibu pun membuka pintu. Tiba-tiba saja amarahnya berubah menjadi kasihan dengan kondisi kita yang kehujanan. Ibu segera memeluk kita dan membawanya ke dalam rumah. Lalu memandikan kita, mengganti pakaian, dan menyelimuti kita dengan selimut hangat. Sambil menangis ibu berkata, “Anakku, ke mana kamu akan pergi meninggalkan aku? Selain aku, siapa yang akan menampungmu? Bukankah sudah kukatakan kepadamu, jangan melanggar perkataanku, dan jangan memaksa aku dengan kedurhakaanmu untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan sifat kasih sayang yang aku miliki serta keinginanku untuk memberi yang terbaik kepadamu”. Ibu yang selalu mengerti dengan keadaan kita dan ibu pula yang membuat anak-anaknya bisa berkembang perjuangan seorang ibu untuk membahagiakan anaknya tidak sampai beberapa tahun saja akan tetapi terus berusaha dan berjuang agar mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan anaknya. Usaha ibu untuk membesarkan seorang anak itu tidak semudah yang kita bayangkan apalagi bila seorang ibu yang berjuang sendiri tanpa di dampingi seorang suami. Mungkin berat rasanya apabila seorang ibu berjuang sendirian untuk mempertahan kehidupan yang layak.

Apakah ada yang melebihi kebaikan ini? Apakah ada yang melebihi kasih sayangnya? Apakah ada yang melebihi kesabarannya melihat kelancangan dan kekurangajaran kita? Bagi kalian semua yang masih mempunyai ibu dan bapak, sayangilah orang tua kalian. Berikan yang terbaik untuknya. Jangan sampai kita menyakiti hatinya apalagi sampai membuat dirinya menangis.  Karena ibu adalah sosok yang begitu hebat mengurus buah hatinya dengan penuh kerja keras demi tumbuh dan berkembangnya dengan penuh kasih sayang hingga anaknya tumbuh dewasa. Maka sudahkan kalian menanyakan kabar & mengucapkan selamat hari ibu anda sekarang? Jika belum, telponlah kedua orang tua kalian. Tanyakan keadaan mereka dan katakan bahwa kalian sangat menyayangi mereka. Jangan sampai terlambat. Karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi besok bahkan satu detik ke depan.

“Tanganmu selalu terbuka saat aku butuh pelukan. Jantung Anda mengerti ketika saya membutuhkan teman. Mata lembut Anda adalah keras ketika aku membutuhkan pelajaran. Kekuatan dan cinta telah membimbing saya dan memberi saya sayap untuk terbang.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: