couple_by_uwezu93-d636g0f

 

Ada masa masa di mana cinta akan menjadi suatu persaan yang sangat palsu.
Bukan…. Bukan karena tidak tulus. Tapi karena cinta yang tumbuh dan berkembang bukanlah cinta yang seharusnya.
Ketika kita mencintai seseorang dari jauh, Kita seperti mencintai sebuah angan, sebuah cerita.
Kita ambil sedikit fakta dari apa yang kita bisa serap setiap hari, dan tanpa sadar kita sedang merangkai suatu gambaran tentang dia yang kita kagumi.

Cinta itu mengenal. Yang saya tau pasti, ini benar sekali.
Tapi terkadang kita mengenal orang dengan beberapa cara yang berbeda.
Yang baik dan benar adalah menjadi bagian dari hari harinya, tau menjadi teman yang saling berkomunikasi. jadi akhirnya lambat laun banyak yang kita akan mengerti dan pelajari tentang dia.

Tapi ada orang orang yang memutuskan untuk mengambarkan sendiri segala tentang orang ini. Dan bagi mereka mereka yang dengan sesuka hati melakukan ini, akhirnya merasa tidak perlu memastikan. Karena segala yang mereka bentuk dalam otak mereka tentang orang yang mereka kagumi itu adalah sosok ideal yang memenuhi kreteria ego dan apa yang mereka inginkan dari seseorang itu.

Akhirnya, lambat laun, ada saja momen momen dimana semua yang mereka gambarkan menjadi “benar” dan akhirnya, mereka dengan sangat bodohnya mencintai sebuah khayalan.

Sebuah frigmen sintetis yang telah tertancap sebagai sebuah “kenangan”.

Mereka sebagian terselamatkan oleh sebuah cinta nyata baru yang mereka temukan.
Tapi ada juga yang terjelembab. Hal hal yang palsu akan terungkap juga. Cepat atau lambat.

Ada juga yang melakukan “Khayalan” ini dari fakta fakta yang mereka dapatkan dalam jenjang waktu yang mereka lewati dengan manusia yang mereka kagumi itu.

Tapi, karena waktu itu sudah tak bisa dilanjutkan karena mungkin beberapa alasan
Kepergiannya,
Keputusan yang diambil oleh salah satu dari mereka
atau memang sudah waktunya mereka berpisah.

Akhirnya yang ditinggalkan akan mengurung semua kenangan indah yang ada, dan membuang semua kenangan buruk yang mereka ingat.
Dan agar bisa bertahan dalam kesendirian yang tengah mereka lewati, mereka dengan bahagia menghidupkan sosok yang meninggalkan mereka hanya dengan kenangan kenangan itu, tanpa melihat perubahan yang terjadi di dunia nyata, apa yang benar benar hidup.

Bagi yang ditinggal mati, itu bukan masalah utama.
Tapi bagi yang ditinggal berjalan maju, ini adalah masalah yang sangat serius.
Ketika mereka telah menjadikan manusia yang mereka hidupkan dalam benak mereka sebagai yang nyata, mereka akan mulai berbicara dan berharap seakaan itulah yang sebenar benarnya benar.

Dengan apapun yang mereka lalukan, yang hidup adalah yang tengah bernafas dan menapakan kaki di muka bumi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: