couple_by_uwezu93-d636g0f (1)Separuh langkahku saat ini
Berjalan tanpa terhenti
Hidupku bagaikan keringnya dunia
Tandus tak ada cinta

Hatiku mencari cinta ini
Sampai ku temukan yang sejati
Walau sampai letih ku kan mencarinya
Seorang yang ku cinta

Kini ku menemukanmu di ujung waktu ku patah hati
Lelah hati menunggu cinta yang selamatkan hidupku
Kini ku tlah bersamamu berjanji tuk sehidup semati
Sampai akhir sang waktu kita bersama tuk selamanya

(kini ku menemukanmu di ujung waktu ku patah hati
Lelah hati menunggu cinta yang selamatkan hidupku)

Kini ku menemukanmu di ujung waktu ku patah hati
Lelah hati menunggu cinta yang selamatkan hidupku
Kini ku tlah bersamamu berjanji tuk sehidup semati
Sampai akhir sang waktu kita bersama tuk selamanya
Sampai akhir sang waktu kita bersama tuk selamanya

Sebuah lagu diatas merupakan ispirasi kisah ini. Terdapat sebuah kisah seorang lelaki pejalan kaki si suatu kota perantauan yang mencari makna cinta sejati. Beratus-ratus kilometer ia berjalan demi menemukan makna kesejatian cinta namun tak jua ia temukan. Ia terus berjalan, tak peduli kakinya sudah mengelupas kelelahan. Niatnya kuat membulat, ingin menemukan cinta sejatinya. Peluhnya membulir hujan keringat, dalam lelah teramat payah siang itu, iapun memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon rindang di tengah padang rumput. Sejenak ia meluruskan kakinya yang kelelahan, tak lama berselang tidurnya sudah menghasilkan bunga indah yang mekar. Ia bermimpi bertemu dengan seorang lelaki berpakaian putih bersih, berjenggot tipis, wajahnya tidak tua namun juga tidak terlampau muda, wajah itu seakan mencerahkan hati yang melihatnya. Dalam mimpinya, lelaki berpakaian putih itu duduk di samping lelaki pejalan kaki yang sedang beristirahat.

“ hendak ke mana engkau saudaraku ?”

“ aku ingin mencari cinta sejatiku, akan kuarungi lautan, daratan, apapun ku lakukan demi menemukan cinta sejati. Tak peduli jarak, waktu dan lainnya akan membuatku menderita, aku yakin akan menemukan cinta sejatiku. Aku tahu, hanya cinta sejati yang akan tulus mencintaiku apa adanya…”

“ Siapa cinta sejatimu? Apa kau sudah mengenalnya? Di mana kau bisa menemukannya? “

“ Justru aku belum menemukannya, makanya ku kejar ia sampai ke ujung dunia sekalipun. Aku pasti akan menemukannya jika aku melihatnya. “

“ Bagaimana kau menemukannya, jika kau tak tahu apa yang kau cari dan di mana menemukannya. Kebutaanmu akan cinta sejati akan menyesatkanmu lebih jauh… “

“Apakah kau sudah menemukan cinta sejatimu? “

“Aku telah menemukan cinta sejatiku. Ia tidak berwujud namun kehadirannya mampu kurasakan. Aku tidak mampu melihatnya secara fisik, namun segala yang kulihat merefleksikan keberadaan cinta sejatiku. Ia muara dari segala cinta dan kasih sayang yang pernah kupahami. Aku tidak akan pernah berpisah darinya kendati maut menjemput, karena justru maut yang membawaku lebih dekat padanya. Semakin aku memahaminya, semakin hidup ini menjadi lebih mudah untuk dijalani. Semakin aku mencintainya, semakin aku menemukan begitu banyak kejutan dan keajaiban dalam kehidupanku. Aku hidup hanya untuk cinta sejatiku, tak ada yang mampu melukaiku hingga ia mengijinkannya, tak ada yang membuatku menderita hingga aku melupakannya. Sumber deritaku adalah jauh dari cinta sejatiku…

Lihatlah burung-burung yang terbang di atas sana, mereka telah menemukan cinta sejatinya, begitu pula dengan rerumputan yang kau duduki saat ini, semua yang hidup menemukan cinta sejati pada yang menghidupkan dan yang mematikannya. Mereka sepenuhnya memahami, cinta sejati adalah muara dari segala kehidupannya.”

“ Waahh kau tentu bahagia sekali telah menemukannya. Beritahu aku bagaimana aku menemukan cinta sejatiku??”

Lelaki pejalan kaki itu terus bertanya, hingga ia setengah berteriak namun tak ada jawaban dari lelaki berpakaian putih itu. Iapun terbangun dari tidurnya dan menemukan selembar kertas penuh kata-kata.

Jika cinta itu embun

Jika cinta itu lautan

Jika cinta itu langit

Jika cinta itu hutan

Jika cinta itu gunung

Jika cinta itu alam bebas

Jika cinta itu hujan

Jika cinta itu matahari

Jika cinta itu bulan dan bintang

Jika cinta itu cerah ceria pagi

Jika cinta itu keindahan senja

Jika cinta itu siang dan malam

Jika cinta itu hewan peliharaan

Jika cinta itu koleksi hobi

Jika cinta itu pekerjaan

Jika cinta itu buku

Jika cinta itu puisi

Jika cinta itu guru

Jika cinta itu rumah

Jika cinta itu keluarga

Jika cinta itu Orang tua

Jika cinta itu sahabat

Jika cinta itu pasangan hidup

Lalu apa makna sebenarnya cinta sejati?

,

Bagaimana mungkin kau bersedih,

Jika cinta sejatimu selalu berada dekat darimu?

Bagaimana mungkin kau menjadi tidak tenang,

Jika cinta sejatimu lebih tahu tentang apa yang kau khawatirkan?

Bagaimana mungkin kau menghadapi ketakutan,

Jika cinta sejatimu selalu melindungi setiap detak irama jantungmu?

Bagaimana mungkin kau begitu gelisah

akan pasangan hidup yang tak kunjung hadir dalam kehidupanmu,

Jika cinta sejatimu sudah menjamin kesejatian cinta yang akan kau dapatkan

Berbanding lurus dengan keyakinanmu akan cinta sejati

,

Cinta sejati akan mengarahkanmu

Pada muara pemahaman

Indahnya mencintai

Harapannya terkubur oleh keinginan dicintai

Ia tidak berada jauh darimu

Hanya sebatas jarak logika yang dibuat oleh akal

Dikendalikan arogannya pikiranmu

Temukan ia,

Buka mata,

Telinga,

dalam hatimu…

_____________________________

Seandainya cinta sejati mudah dipahami, ditemukan dan menetap di hati.

Mungkin tak akan ada lagi cerita derita buah duka lara.

Iklan

Comments on: "Langkah Kaki Menembus Batas Cinta" (1)

  1. ana nie nak share je lah yer maaf jika terasa hati atau apa apa pun.. bagi ana selagi cinta ana kat Allah tu blum besar sngat selagi tu ana tak de rasa nak jatuh hati kat org lain..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: