misteri-jodoh-benarkah-cari-jodoh-itu-susah

Tak sengaja saya tertarik dengan acara di stasiun tv swasta tentang wanita yang mngunkapkan isi hatinya. Manusia ditakdirkan sebagai makhluk sosial. Dalam banyak hal terkadang kita sibuk sekali melakukan pencarian, namun tak jarang pencarian yang kita jalankan itu tidak menghasilkan apa-apa bahkan hanya menyisakan kekecewaan. Kecewa  karna harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya dalam proses menjemput jodoh, terkadang kita terlalu fokus kepada pencarian itu sendiri, fokus pada pertanyaan siapa jodoh kita? Dimana dia berada? Kapan kita bisa bertemu? Sampai kapan kita menanti? Dan mendapatkan teman hidup melalui pernikahan adalah sebuah kebutuhan setiap insan. Lahir, jodoh dan mati adalah mutlak di tangan Tuhan. Demikian banyak orang menggenggam sebuah keyakinan. Tak ada yang mampu mengubah takdir kecuali satu, kebaikan.

Miliaran pasangan telah dipertemukan Tuhan dengan cara yang selalu unik untuk dikisahkan kembali suatu hari. Ada cinta pandangan pertama dan dengan jalan yang berputar kemudian dihimpunNya di hari yang digariskanNya. Ada banyak proses taaruf yang dilalui hingga akhirnya mendapatkan belahan jiwa. Dan pertemuan-pertemuan tak direncana pun kadang menjadi ajang tanganNya mempersatukan dua pribadi yang berbeda menjadi keluarga bahagia. Pertemuan ini bisa di dunia nyata atau pun maya seiring dengan perkembangan jaman yang bergerak demikian cepatnya.

Setiap pribadi memiliki pengalamannya sendiri-sendiri. Tidak bisa disamakan antara satu dengan lainnya. Termasuk mengapa seseorang saat ini masih berstatus lajang sementara teman seusianya mungkin sudah berkeluarga semua. Berbagai alasan yang mungkin menjadi latar belakang kenapa seseorang masih belum menemukan pendamping hidup seperti : Alasan pribadi yang tak bisa dipublikasikan, Patah hati, Kurang Bersosialisasi, Target terlalu tinggi dan yang pasti mungkin salah satunya ini : Misi Besar Sebuah Pernikahan.

Alasan sebelum-sebelumnya mungkin mereka akan berkata ; Bukan itu juga. Karena memang belum ada yang nyambung aja. Jodohku belum datang. Tidak apa jika keyakinan Anda seperti itu, teguhlah dengan keyakinan itu. Toh memang hidup ini kita yang menjalani, orang lain yang mengomentari  bukan? 😀 Maka saran saya enjoy your life and be happy!

Tetaplah mintakan pada Sang Maha Pemurah, jika jodoh Anda memang akan ditunda pemberiannya nanti di alam sana, jadikanlah pribadi yang tangguh dan mulia di mataNya. Jadilah manusia yang bermanfaat dengan segenap apa yang dimiliki. Namun tetaplah membuka hati dan mata setiap saat, hanya semata-mata sebuah wujud ikhtiar, bahwa pencarian pendamping hidup akan menyempurnakan Anda dalam peribadahan. Misi pernikahan yang memang harus dibentangkan lebar-lebar. Intinya memantaskan diri itu yang terpenting. Jangan sibuk mencari sosok yang sempurna, namun jadikan dirimu sosok yang “dibutuhkan” oleh pasanganmu. Jadilah sosok yang menyenangkan bagi siapapun, terutama bagi pendamping hidupmu kelak. Yang pertama kali dilihat didalam diri wanita memang kecantikannya, tetapi yang membuat lelaki mampu bertahan dan tetap mencintaimu itu adalah kepribadian yang kau milikki. Maka sibukkanlah dirimu untuk menjadi wanita yang berprestasi, optimalkan segala kemampuan yang kau milikki, namun tetap taatlah tunduklah pada apa yang menjadi perintahNya. Cantikmu karena ketaatanmu akan tetap abadi sekalipun engkau semakin lama semakin menua. Karna cantik yang terpancar dalam balutan akhlak itu tidak akan hilang ditelan apapun. Bahkan ia akan tetap terkenang, sebagaimana yang kita tahu sampai detik ini Maryam masih menjadi wanita paling baik di bumi, namun Khadijah sampai detik ini tetap menjadi wanita yang paling baik di surga.

Dan untuk kita yang kini telah menemukan pendamping hidup, semoga kita mampu menjawab sebuah pertanyaan yang berulang-ulang dituliskan ; Nikmat Tuhanmu manakah yang Engkau dustakan? Pastinya dengan menghargai dan memuliakan mereka yang kini telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Saling menyempurnakan dalam peribadahan sebagaimana misi awal. Menjaga segenap cinta yang Dia titipkan. Dan satu hal penting ; menghargai setiap perjalanan hidup manusia lainnya. Termasuk mereka yang tengah berjuang mendapatkan pendamping hidup. Mereka yang masih lajang hingga usia dewasa bahkan senja. Mungkin Allah bahkan sedang menunda kebahagiaan di dunia ini untuk kelak dilipatgandakan di akhirat sana. Jangan pernah berpikir negatif akan perjalanan hidup orang lain. Karena rahasiaNya sungguh tak terjangkau oleh pikiran kita sebagai manusia yang penuh keterbatasan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: