ramadhan1

Marhaban Ya Syahro Ramadhan Ya Syahro Syiam

Marhaban Ya Syahro Ramadhan Ya Syahro Syiam

Selamat datang Ramadhan, bulan penuh ampunan

Selamat datang Ramadhan, bulan penuh ganjaran

Mari kita menyambut dengan hati gembira

Mari kita menyambut dengan hati bahagia

Marhaban Ya Syahro Ramadhan Ya Syahro Syiam

Marhaban Ya Syahro Ramadhan Ya Syahro Syiam

Allah jadikan Ramadhan bulan penuh berkah

Allah jadikan Ramadhan bulan penuh rahmah

Perbanyaklah ibadah, jangan lupa dedekah

Perbanyaklah tadarus, jangan lupa shalawat

Marhaban Ya Syahro Ramadhan Ya Syahro Syiam

Marhaban Ya Syahro Ramadhan Ya Syahro Syiam  

Selamat datang bulan yang siang harinya mulia

Selamat datang bulan yang malamnya pun mulia

Nafas dan tidur kita pun mendapat pahala

Dosa pun diampuni doapun diterima

{Pengggalan lirik lagu Marhaban Ya Ramadhan Haddad Alwi }

Mendengarkan lagu diatas apa yang anda rasakan karena sebentar lagi bulan ramadan akan datang. Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah sudah didepan mata. Semaraknya bulan Ramadhan sudah bisa kita rasakan pada beberapa hari terakhir. Masjid-masjid sudah berlomba-lomba mengumumkan berbagai agenda yang telah direncanakannya. Berbagai atribut Ramadhan telah menghiasi berbagai sudut-sudut jalan. Kegembiraan pun terpancar dari wajah-wajah kaum muslimin dalam menyambut kedatangan bulan mulia ini.

Bagi orang yang beriman dengan menjalankan ibadah puasa, pasti akan membangkitkan kerinduan dan kegembiraan dengan datangnya bulan Ramadhan. Hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam juga tidak sedikit yang membawa berita gembira akan kedatangan bulan Ramadhan.  Dan pada hakikatnya, kegembiraan ini adalah cerminan dari nilai ketaqwaaan yang ada dalam hati kaum muslimin. Karena bulan Ramadhan adalah salah satu syiar dalam agama Islam yang harus senantiasa kita hormati dan kita agungkan.

Namun sungguh ironis dan kurang beruntung ketika masih ada sebagian dari kaum muslimin yang menganggap datangnya Ramadhan hanyalah bagian dari rutinitas belaka. Masuknya bulan Ramadhan dianggapnya hanyalah bagian dari perputaran waktu yang datang silih berganti sebagaimana datangnya bulan-bulan lainnya. Atau bahkan yang lebih parahnya lagi, tidak sedikit diantara kaum muslimin merasa berat dengan hadirnya Ramadhan. Dianggapnya bahwa Ramadhan mengekang segala kebebasannya. Kebebasan untuk bermaksiat, kebebasan untuk memperturutkan segala nafsunya dirasa hilang di bulan suci Ramadhan. Dan sikap seperti ini, tentu saja bukan lah cerminan dari nilai taqwa yang ada dalam sanubari. Padahal Allah `Azza Wa Jalla sendiri telah berfirman :

Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati” (QS. Al-Hajj: 32)

Oleh sebab itulah, sebagai seorang Muslim yang telah Allah Ta`ala tanamkan ketaqwaan dalam didalam sanubari kita, sudah sepatutnyalah bagi kita untuk menyambut Ramadhan dengan sebaik mungkin. Berusahalah Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik dari puluhan Ramadhan yang pernah kita lewati dalam hidup kita. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini berlalu begitu saja tanpa bisa kita maknai dengan baik. Bayangkanlah bahwa Ramadhan tahun ini adalah kesempatan terakhir yang kita miliki untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya amal sholeh untuk bekal akhirat kita. Anggaplah bahwa kita tidak akan pernah bertemu dengan Ramadhan tahun depan.

Jadikanlah Ramadhan tahun ini sebagai momentum terbaik yang pernah ada untuk berbuat baik, berbagi, serta menyebarkan manfaat kepada sesama, terutama kepada kedua orang tua kita. Anggaplah Ramadhan tahun ini sebagai peluang terakhir yang kita miliki untuk berbakti kepada keduanya. Jadikanlah kesholehan diri kita sebagai kado terbaik yang terakhir yang bisa kita berikan bagi keduanya. Oleh karenanya, marilah kita bersama-sama menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan berbagai rencana-rencana hebat yang kita buat untuk mengisinya. Dengan puasa kita, dengan qiyamul lail kita, dengan tilawatul qur`an, dengan infaq dan shodaqoh, dengan birrul walidain, dan dengan berbagai ibadah serta amalan yang akan kita perjuangkan dengan penuh mujahadah. Dan semoga Alloh `Azza Wa Jalla memudahkan segala niat baik kita, Amien Yaa Robbal `Alamien.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: