2-dlm

 

Pendidikan bukanlah hal yang bisa kita pandang dengan sebelah mata, karena dengan pendidikan kita mampu mengubah berbagai aspek kehidupan baik untuk pribadi sendiri maupun orang lain. Indonesia adalah sebuah negara yang sudah merdeka selama 70 tahun. Angka tsb bukanlah waktu yang singkat untuk melihat perubahan bangsa ini karena hasil dari pendidikannya, sekarang dimana – mana telah banyak perubahan yang mampu kita buktikan secara nyata.

Sebuah proses mendidik akan berhasil ketika pendidiknya atau yang sering dikenal dengan guru itu tepat memilih metodenya dan kepribadian dalam mengajar. Pemilihan metode dan sikap yang salah dalam PBM akan memperngaruhi berhasil atau tidaknya proses tsb. Tahun demi tahun peminat para pemuda untuk menjadi pengajar sangatlah tinggi, hal tsb bisa dibuktikan dengan membludaknya pendaftar di universitas untuk mengambil ilmu keguruan. Seiring perkembangan waktu nasib dan kesejahteraan guru semakin di perhatikan oleh pemerintah karena pemerintah ingin para guru fokus untuk mencerdaskan anak bangsa sehingga tujuan pendidikan dan pembangunan bangsa tercapai.

Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa bisa dikatakan sejajar dengan angkatan – angkatan pembela negara sehingga menjadikan profesi ini mulia tetapi hal ini sedikit tercemar karena oknum – oknum yang hanya mengejar status pegawai negeri sipil. Padahal kalo kita telaah kata “guru” itu mempunyai arti yang luas dan bermakna sekali, dimana hal ini sangat disayangkan jika ternoda karena oknum-oknum tak bertanggung jawab. Pertanyaan saya hanya 1 buat kalian : “Tujuan anda untuk menjadi Pendidik itu apa PNS atau Mendidik ?”. Jawabanya bisa anda tanyakan kepada anda sendiri bukan kepada orang lain. Sebelum anda mennyebut diri anda seorang guru ada beberapa hal yang perlu anda renungkan kembali untuk mengingatkan anda apa makna sebenarnya seorang guru. Beberepa hal tsb sebagai berikut:

1. Menjadi guru bukan saja masalah gaji, tetapi juga hati.

Hal ini terdengar agak klise dan idealis tampaknya. Memang, guru juga manusia. Manusia butuh makan, untuk makan perlu uang. Tetapi, ketika memutuskan untuk menjadi guru, yang harus dipikirkan bukan masalah uangnya dulu. Pikirkan, seorang guru akan dipercayakan mendidik anak-anak penerus bangsa yang siap ditanami pengetahuan dan kebenaran. Jika hanya memikirkan gaji yang sedikit saja, bagaimana kita bisa focus mengarahkan anak-anak ini. Memang, di negara ini kesejahteraan guru (non PNS) kurang diperhatikan. Tetapi, sebagai seorang yang beriman, saya percaya Tuhan tidak diam. Ketika Dia melihat kesungguhan hati seseorang, berkatnya tak pernah berhenti mengalir.

2. Menjadi guru dalam 24/7.

Menjadi guru bukan hanya di sekolah, tetapi juga di luar sekolah atau 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Artinya, menjadi guru itu bukan hanya terlihat di depan siswa saja tetapi setiap waktu. Pendidik yang benar-benar mendidik harus menjadi teladan khususnya bagi siswa-siswinya. Bukan berarti, selepas mengajar, tanggungjawabsebagi guru juga lepas. Seorang guru harus mampu menjaga sikap dan tindakannya di mana pun.

3. Guru harus menjadi berkat bagi orang lain

Ketika seorang guru mengajar di sekolah, alangkah baiknya dia juga berguna bagi orang-orang disekitarnya. misalkan berusaha menolong orang tua murid dengan apa yang dia punya. Nah, begitulah seharusnya seorang guru. Guru seharusnya memberikan apa yang bisa diberikan kepada orang-orang sekitar.

4. Guru harus menjadi seorang komunikator dan mediator yang baik.

Anak cenderung meniru apa yang dikatakan dan dilakukan oleh gurunya. Ketika ada anak yang “spesial” atau bertengkar, guru harus bisa menyampaikan dan menyelesaikan masalah dengan baik. Kalau guru menyelesaikan dengan kekerasan dan kata-kata kasar, itulah yang diserap oleh anak-anak. Saat menyampaikan perkembangan anak kepada orang tua, guru juga harus bisa berkomunikasi dengan baik. Karena mendidik anak bukan hanya pekerjaan guru saja, tetapi juga orang tua.

5. Menjadi guru harus kreatif.

Dalam hal ini, guru harus bisa melihat keadaan. Terkadang, fasilitas tidak selalu siap sedia. Guru harus bisa memanfaatkan apa yang ada disekitar sebagai bahan pembelajaran untuk anak. Misalkan memulai sekolah barunya dengan barang-barang yang ada. Anak-anak tetap bisa belajar dengan baik.

Semoga beberapa poin diatas mamou menyentuh dan mengingatkan lagi betapa menjadi guru itu adalah panggilan jiwa, bukan hanya sekedar pekerjaan yang mengharapkan gaji. Menjadi guru memang tidak mudah. Tetapi kalau niat dan motivasi itu berasal dari hati yang tulus, panggilan ini bisa dikerjakan dengan baik. Jadilah guru yang mendidik dari hati 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s