kasingsaynagkeluargaMaha Suci Allah, Zat yang mengkaruniakan kasih sayang kepada makhluk-makhlukNya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang kecuali akan memperindahkan orang tersebut dan tidaklah kasih sayang terlepas dari diri seseorang kecuali akan memperburukkan dan menghinakan orang tersebut.

Kenapa begitu? Jika kemampuan kita untuk menyayangi orang lain tercabut, maka itulah puncak dari segala bencana karena kasih sayang Allah hanya akan diberikan kepada orang-orang yang hatinya masih memiliki kasih sayang. Oleh karena itu, tidak boleh tidak, kita mesti berjuang dengan sekuat tenaga agar hati nurani kita hidup. Kita boleh mengasahnya dengan merasa terharu dengan kisah-kisah orang yang rela meluangkan waktu untuk memperhatikan orang lain. Kita dengar bagaimana ada orang yang rela bersusah-payah membacakan buku, surat kabar atau juga surat kepada orang-orang yang cacat penglihatan sehingga mereka dapat belajar, dapat informasi dan boleh mendapatkan ilmu yang lebih luas.

Walaupun hanya satu rahmatNya yang diturunkan ke bumi, namun bagi seluruh makhluk sungguh luar biasa dahsyatnya. Sudah semestinya jika kita merindukan kasih sayang, perhatian dan perlindungan Allah SWT.

Tanyakanlah kembali pada diri kita, sampai sejauhmanakah kita menghidupkan hati kita untuk berkasih sayang dengan makhluk lain. Kasih sayang boleh diibaratkan sebagai pancaran sinar matahari di pagi hari. Dari dahulu sampai sekarang ia terus-menerus memancarkan sinarnya dan ia tidak mengharapkan sedikit pun cahaya yang telah terpancar tadi untuk kembali kepada dirinya.

Sepatutnya seperti itulah sumber kasih sayang di hati kita, ia benar-benar melimpah terus dan tidak pernah habis. Untuk memunculkan kepekaan dalam menyayangi orang lain, kita boleh memulainya dengan menyayangi diri sendiri terlebih dahulu. Mulailah dengan menghadapkan tubuh ini ke cermin seraya bertanya :

Apakah wajah indah ini akan bercahaya di akhirat nanti?

Apakah wajah ini akan hangus terbakar oleh nyala api Jahannam?

Tatapilah hitamnya mata kita sambil bertanya : Apakah mata ini, mata yang boleh menatap Allah, menatap Rasulullah saw, menatap para kekasih Allah di surga kelak atau malah  akan terburai karena maksiat yang pernah dilakukannya?

Renungilah pula bibir kita seraya bertanya : Apakah ia akan mampu tersenyum gembira di surga sana atau malah bibir yang lidahnya akan menjulur keluar terpotong-potong karena banyak mengeluarkan kata-kata keji atau fitnah?

Perhatikan pula tegapnya tubuh kita seraya bertanya : Apakah ia akan berdiri penuh cahaya di surga sana sehingga layak berdampingan dengan pemilik tubuh yang mulia, iaitu Rasulullah saw atau tubuh ini malah akan membara, menjadi bahan bakar bersama hangusnya batu-batu dalam kerak Jahannam?

Lihatlah betapa bersihnya kulit kita seraya bertanya : Apakah ia akan menjadi indah bercahaya ataukah akan menjadi hitam legam karena hangus dijilat lidah api Jahannam?

Mudah-mudahan dengan melihat ke cermin sambil bertafakur ke dalam diri sendiri, kita akan lebih mempunyai kekuatan untuk menjaga diri kita. Jangan pula meremehkan makhluk ciptaan Allah karena tidaklah Allah menciptakan makhlukNya dengan sia-sia. Semua yang Allah ciptakan penuh dengan ilmu dan hikmah. Semua yang bergerak, yang terlihat, yang terdengar dan apa sahaja kurniaan Allah Azza wa Jalla adalah wasilah untuk bertafakur jika hati ini boleh merasakannya dengan penuh kasih sayang.

Dalam sebuah kisah di hari akhirat nanti akan datang seorang hamba ahli ibadah kepada Allah dengan membawa aneka pahala ibadah tetapi Allah malah mengecapnya sebagai ahli neraka. Mengapa terjadi demikian? Ini karena suatu ketika si ahli ibadah ini pernah mengurung seekor kucing sehingga si kucing tidak dapat mencari makanan dan tidak pula diberi makan sampai ia mati kelaparan. Ternyata walaupun ia seorang ahli ibadah, laknat Allah tetap menimpanya karea tidak menyayangi makhluk lain. Tapi ada juga kisah sebaliknya, yaitu suatu waktu seorang wanita berlumuran dengan dosa sedang beristirahat di pinggir sebuah oasis yang berair di sebuah lembah padang pasir. Tiba-tiba datanglah seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya seakan sedang merasakan kehausan yang luar biasa. Melihat kejadian ini, tergeraklah si wanita itu untuk menolongnya. Dibukalah kasutnya untuk dipakai bagi menceduk air. Setelah mendapatkan air, diberikannya kepada anjing yang kehausan tersebut. Subhanallah, dengan izin Allah, terampunlah dosa wanita ini. Demikianlah, jika hati kita mampu merasakan derita makhluk lain, insyaAllah keinginan untuk berbuat baik akan muncul dengan sendirinya.

Hidupnya hati hanya akan dapat dibuktikan dengan apa yang boleh kita lakukan untuk orang lain dengan ikhlas. Apa artinya hidup kalau tidak mempunyai manfaat? Padahal hidup di dunia cuma sekali dan itupun hanya singgah sebentar saja. Tidak ada salahnya kita terus berfikir dan bekerja keras untuk menghidupkan kasih sayang di dalam hati. Seseorang yang memiliki rasa kasih sayang di dalam hatinya, maka Allah akan : Menganugerahkan kemudahan mencari rezeki baginya. Cara lain yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menumbuhkan rasa kasih sayang adalah bersilaturahim kepada orang-orang yang dilanda kesulitan. Datanglah ke daerah yang terpencil, menjenguk saudara-saudara kita di rumah sakit. Belajarlah terus untuk melihat orang yang keadaannya jauh di bawah kita, insyaAllah hati kita akan menjadi lembut karena sentiasa mendapat cahaya dari pancaran sinar kasih sayang.

Berhati-hatilah bagi orang yang bergaul hanya dengan orang-orang kaya, orang-orang terkenal atau golongan elit lainnya karena yang akan muncul dalam hati kita hanyalah rasa kekurangan akan manfaat dunia semata-mata. Ya Allah, tumbuhkanlah perasaan kasih sayang dalam hati kami karena hanya dengan kasih sayang, manusia akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan jiwa. Jadikanlah kami golongan yang sentiasa berbagi kasih sayang sesama makhlukMu di bumi niscaya kami akan mendapatkan kasih sayangMu di langit. Amien.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s