Arti Perjalanan Hidup Bagiku

Perjalanan-Hidup1

Setiap perjalanan mesti ada titik awal dan titik yang dituju. Jika kita dari rumah mau ke toko sepatu, berarti rumah adalah titik awal kita dan toko sepatu adalah titik yang dituju. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai toko adalah lama perjalanan. Jika perjalanan itu lancar mungkin bisa kita tempuh dalam 10 menit, jika ada hambatan bisa sampai satu jam, bahkan jika terjadi kecelakaan di jalan, kita tidak akan sampai di tempat yang kita tuju. Hidup tak pernah bisa tertebak bagaimana awal dan akhirnya, selain sebagai suatu fase panjang yang harus kita lalui sebagaimana mestinya, untuk mencapai suatu kesempurnaan. Hidup tak selalu bisa terencana akan dimulai dan berakhir dimana. Terkadang kita hanya sekedar menjalani tanpa tahu arah dan tujuan, namun tak sedikit yang sadar, untuk apa ia hidup, dan bagaimana ia harus menjalani hidupnya.

Bagiku hidup adalah untaian cerita penuh makna yang abstrak. Membias dalam keseharian di atas kanvas tanpa warna dasar. Kadang juga hidup bagaikan sebuah persinggahan dalam menjalani suatu perjalanan. Ada kalanya kita berhenti sejenak melepas lelah, menatap sekitar, menyaksikan polah tingkah orang-orang yang sama sekali tak kita kenal. Mempelajari sebuah rasa sedih, marah, kecewa, tangis, bahagia, senyum, hampa dan kosong. Ketika kita merasa bahagia, betapa kanvas kehidupan itu selalu ingin diwarnai dengan tinta warna-warni pelangi. Namun ketika bersedih, kanvas itu seolah-olah basah akan genangan air dan sulit diwarnai kecuali dengan cipratan lumpur ratapan pilu.

Merangkak, duduk, berjalan lalu berlari adalah salah satu fase dalam setiap bentuk kehidupan. Tak ada satupun manusia yang bisa melompati fase tersebut. Perjalanan hidup dimulai dari kecil, remaja, dewasa, tua, lalu mati. Memang sangat sederhana jika dituliskan, namun ketika dijalani maka kita bisa membayangkan ada miliyaran kisah perjalanan manusia di muka bumi ini. Perbedaan geografis, budaya, status sosial, agama, bahasa dan keadaan lingkungan membuat kisah perjalanan tiap manusia selalu menarik untuk dipelajari dan diambil hikmahnya. Alur kehidupan tak pernah berganti meski zaman telah merubah hari dan usang tergantikan pesatnya arus teknologi. Terus bergulir tak berhenti sejenak waktupun saat menggilas kehidupan yang tengah berjalan.

Menangis atau tertawa, hitam atau putih, baik atau buruk, bising atau sunyi, menjerit atau bungkam hanyalah bagian kecil dari setiap sisi kehidupan. Semua pasti terbagi pada dua sisi, seperti yang telah Tuhan gariskan bahwa segala sesuatu di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Maha Besar Kuasa-Nya yang telah menciptakan segala sesuatunya secara sempurna dan berimbang. Panas mentari yang membakar kulit saat ini membuatku terpaku di sudut bisu. Betapa aku merindukan butiran-butiran bening yang jatuh dari langit dan mampu mendamaikan bumi yang gersang akan rintik air. Semakin ku mengerti bahwa setiap tangisan terkadang mampu meredakan sesak di hati akan sebentuk kegalauan. Tak menutup kemungkinan juga bila bening air di matapun mampu membuat ekspresi kebahagiaan terlihat begitu sempurna.

Aku bertemu pelangi, aku bertemu hujan yang merindukan bumi, aku menjumpai banyak sosok yang berperan penting dalam perjalanan hidupku. Dan aku menjumpaimu…menjumpai kalian… Sosok yang kutemui dalam sebuah persinggahan ketika aku melepas lelah. Setelah hari mulai merayap senja. Setelah kita cukup tenaga untuk berjalan menempuh perjalanan panjang. Menemui peran-peran lain dalam kehidupan kita. mari bersama sama menggulung mendung agar hujan kembali reda, mari perbaharui dalam fase fase yang kaya akan warna. Bagiku, sebongkah kehidupan adalah secarik perjalanan, bukan tujuan. Hidup hanyalah jembatan yang dibangun oleh-Nya dan diciptakan untuk diwarnai seindah mungkin oleh kita, bahkan lebih indah dari warna pelangi yang pernah ada. Memang tak semudah mewarnai gambar di atas secarik kertas, namun bukankah Tuhan telah anugrahkan sempurnanya akal untuk berpikir dan mencerna bagi manusia sebagai mahluk yang paling mulia diantara mahluk lainnya?

Terus belajar dan berlatih mewarnai langit yang menaungi hari-hari dengan keindahan adalah pembelajaran hidup yang panjang tanpa ujung. Sesekali berhenti untuk menghela nafas dari hiruk pikuk dan hingar bingar dunia yang semakin liar tak terkendali. Sesekali melihat ke belakang untuk menangkap sesuatu yang pernah berarti di masa lalu atau mengenang kebahagiaan sebagai infus hari-hari yang terasa semakin berat seiring bertambahnya usia. Tetapi jangan pernah berhenti untuk terus bermimpi tentang perbaikan kehidupan kita di masa yang akan datang. Selalu bersyukur atas kehidupan yang Tuhan pilihkan untuk kita adalah salah satu upaya menciptakan keindahan dalam hidup kita. Yakinkan diri dan hati agar tak pernah berhenti berharap bahwa suatu saat nanti setiap jiwa yang hidup Insya Allah akan menemukan sebuah jawaban yang indah pada akhirnya atas perjalanan panjang penuh tanda tanya ini. Tetap semangat, jangan menyerah dan selalu berbaik sangkalah kepada-Nya sebagai satu-satunya pemilik takdir hidup kita.

Sepahit obat atau semanis gula, hidup tetaplah menjadi sebuah perjalanan yang mesti kita tempuh tanpa bisa kita menawarnya. Apapun yang akan terjadi di masa depan, tetaplah optimis. Walaupun pada kenyataannya untuk sedetik ke depan, Tuhan tetap saja membiarkan lika liku jalan kehidupan menjadi misterius bagi kita semua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: