Diam atau Melangkah Maju

14240357101863495199Keyakinan adalah salah satu modal utama dalam melakukan suatu keputusan maupun tindakan yang kita ambil. Kita percaya bahwa tidak mungkin Tuhan menciptakan kita ke dunia ini tanpa alasan apa pun.

Keputusan awal yang mungkin kita mabil didunia untuk pertma kalinya adalah dilahirkan. Nah, jika kita berani lahir, maka kita juga haruslah berani mati karena kita pasti mati!. Lalu, sekarang mati seperti apa yang kita inginkan? Kita ingin mati sebagai apa? Ingin dikenang sebagai siapa? Yang penting pilihannya adalah kembali ke Sang Khalik sebagai salah satu terbaik, agar tidak memalukan Sang Pencipta kita.

Pencapaian diatas mungkin bisa saja terwujud hanya saja memerlukan keberanian untuk melangkah maju ke depan. Namun, bagaimana berani kalau aku tetap diam di tempat? Betul juga ya. Baiklah mari kita segera berdiri dan mulai melangkah. Langkah pertama, langkah kedua dan langkah ketiga, tapi oh.. oh.. lihat apa yang ada di depan jalan. Ah, kayaknya agak mendung, agak redup, agak berkelok, agak licin. Ehm, bisa-bisa terpeleset, tergelincir, bahkan terpental saat di perjalanan? Ya, bisa saja. Namun, kita harus berani untuk terus melangkah.

Lain hal jikalau kita hanya berdiam diri, melangkahlah. Mungkin akan tergelincir sesekali, tetapi itu adalah pilihan yang jauh lebih baik daripada berdiam di tempat. Dengan tergelincir dan merasakan sakitnya tergelincir, kita akan belajar menghindari berbuat kesalahan yang sama. Kita pun bisa belajar menemukan ide-ide lain yang lebih baik, lebih tepat guna, lebih kreatif, lebih produktif dalam melangkah. Kesalahan terbesar adalah tidak melakukan sesuatu. Bukan hanya enggan mencoba, kadang kita malah sudah membayangkan sakitnya tergelincir sebelum menempuh perjalanan sehingga semakin enggan melangkah.

Memang sebuah pilihan tidaklah mudah. Namun kita harus mulai belajar berani memilih dan memutuskan ke mana arah hidup kita. Apa pilihan hidup kita? Kitalah yang harus menentukan arah jalan hidup kita. Kitalah yang menentukan titiknya. Ukuran, warna, bunyi, rasa, dan sinar titik tersebut. Sinar biasa atau sinar sebuah BERLIAN? Kecil bentuknya, namun gemerlapan sinarnya. Kekuatan kilau sinar berlianlah yang membuat kita tidak kehilangan arah. Walau di sekitar kita kadang mendung, kadang redup, kadang gelap. Berhentilah menunggu kondisi membaik. Lakukan sesuatu agar kondisi membaik. Itulah motto yang semestinya kita jalankan. Banyak hal di luar jangkauan kemampuan kita: keadaan alam semesta, keadaan negara, keadaan masyarakat di mana kita berada. Buat apa aku fokus pada sesuatu di luar kendali kita? Lebih baik fokus pada sesuatu yang bisa kita kendalikan, bukan? Sesuatu yang bisa kita jangkau, sesuatu yang bisa kita buat lebih baik. Jadi, sebaiknya fokus saja pada karya. Ya, berkarya, berkarya dan berkarya…

Di dunia ini banyak sekali kisah orang yang pernah mengalami kegagalan dan setelah itu tidak ada lagi ceritanya. Apakah kita mau seperti mereka? Habis terbit, kena awan gelap dan menghilang tanpa bekas. Kuncinya adalah kemauan, bukan hanya kemampuan. Orang yang memiliki kemampuan, jika tidak ada kemauan, bagaikan mayat hidup yang tidak tahu mau ke mana. Tidak ada bedanya dengan hidup luntang-lantung, tidak ada tenaga, tidak ada semangat, tidak ada spirit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: