Archive for the ‘food’ Category

Gambar

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Minal Aidzin Wal Faidzin

PicsArt_1406386653297

Es Serut Cetak dengan Sensasi Hisapnya

es-serut (1)Jajanan tempo dulu yang disukai banyak anak, sewaktu saya masih sekolah dasar. Harga yang tidak begitu mahal kala itu menjadikan es ini menjadi pilihan favorit setelah pelajaran olahraga. Selain harga yang murah dan es yang dapat dibuat sedemikian bentuk sesuai dengan cetakan es yang disediakan penjual untuk menarik keinginan para siswa untuk mencobanya.

Mungkin sedikit terdengar aneh dengan nama es serut cetak, memang es yang terkenal di hampir di seluruh Jawa yang berasal dari Jawa Barat ini sebenarnya tidak diketahui secara pasti namanya tetapi dilihat dari proses pembuatannya layak disebut es serut cetak. Cara pembuatan es ini memang berbeda, es balok dipotong kecil sesuai ukuran lalu kemudian diserut dan dimapatkan ke dalam cetakan dalam beragam bentuk biasanya berbentuk bintang dan boneka kemudian diberi pegangan lalu dilumuri dengan sirop beragam rasa.

Dilihat dari pembuatannya maka hasil akhirnya yaitu es serut yang dicetak dan tentunya memiliki warna yang beragam dari sirup yang dilumuri ke es tersebut. Cara mengonsumsinya pun unik, Anda hanya perlu menghisap es tersebut hingga sirup atau esnya habis. Sayangnya es ini juga telah sulit ditemui bahkan di daerah perkampungan yang dahulu kerap dilewati penjual es serut cetak ini.

Nikmatnya Soto Kemiri Pati

sotoSelain teerkenal dengan masakannya nasi gandul, Kota Pati juga masih mempunyai makanan khas yang lain yaitu soto kemiri. Memasuki kota Pati anda akan menemukan deretan warung soto kemiri di pinggir jalan, yang bikin ngiler setiap orang yang lewat.  Banyak orang mengira bahwa soto kemiri berasal dari bumbu yang berbahan kemiri, tapi ternyata tidak. Sesuai dengan namanya, soto kemiri berasal dari desa Kemiri. Tak seperti yang lain, soto kemiri mempunyai perbedaan dalam hal pembuatannya.

Mendengar sebutan soto, ingatan kita pasti tak akan lupa dengan menu masakan yang berkuah bertabur bawang goreng plus taoge. Namun, nama soto kemiri diklaim hanya ada di Kabupaten Pati, karena nama kemiri merupakan sebuah desa yang menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Pati. Awalnya bernama Kadipaten Pesantenan dan sekarang pusat pemerintahan di pindahkan ke Kaborongan. Keistimewaan Soto Kemiri, dibanding soto pada umumnya yakni terletak pada bumbu yang diberikan. Untuk memberikan rasa yang khas, soto kemiri disajikan dengan daging ayam muda, sedangkan pengajiannya dilakukan dengan cara dikocok antara kuah soto dicampur dengan nasi, kemudian dikocok lalu di tambah sedikit nasi dan di beri kuah lagi hingga empat kali secara berturut-turut. Dengan cara pembuatan seperti inilah yang membuat soto kemiri terasa berbeda dengan soto dari kota lain.

Penyajiannya juga dalam porsi kecil sebagaimana soto-soto Jawa Tengah pada umumnya, dan disediakan juga ayam gelondongan yang berupa potongan-potongan ayam, sambal, kecap dan potongan jeruk nipis sebagai penambah selera. Jika dirasa kurang mantap juga bisa ditambahkan sambal bawang, kecap dan jeruk nipis. Soto kemiri pun tak jauh berbeda dengan nasi gandul, juga diminati banyak kalangan. Selain itu bisa juga dinikmati dengan telur puyuh. Satu porsi soto kemiri hanya ditawarkan Rp 5.000.

Jika anda berkesempatan mengunjungi Kota Pati, cobalah untuk sekedar merasakan nikmatnya soto kemiri yang maknyuss.

Nasi Langgi, Makanan dengan Suasana Rame

nasi langgiKuliner satu ini memang paling beda dan unik, sebab nasi yang berlauk aneka macam ini sering kali disajikan menu untuk tradisi tasyakuran. Ya benar adanya, nasi ini memang tergolong mewah lauknya, di mana hampir semua ada seperti telur dadar, telur bestik, kering kentang, daging, serundeng, kerupuk udang, sambel goreng ati, dan mentimun. Melihat hal tersebut, bisa ditebak manu yang satu ini mantap.

Di Solo sendiri., pilihan menu ini bisa dijumpai di sejumlah resto terutama yang bercitarasa kuliner tradisi jawa. Nasinya sih biasa, tapi pilihan lauknya yang membuat nasi ini terasa ramai, itu sensasinya yang bisa kita rasakan saat kita mencoba kuliner yang satu ini.

Pilihan variatif lauk itu pulalah yang membuat nasi langgi khas Solo banyak diminati terutama warga Solo yang kangen dengan makanan tempo dulu. Maklum saja, memang banyak sekali menu yang ada di nasi langgi biasanya digunakan untuk bahan tumpengan. Tak mengherankan, banyak yang suka membawa menu ini dibawa pulang untuk sekadar oleh-oleh buat tetangga.

Apalagi jika sajian nasi langgi ini dibungkus atau disajikan dengan daun pisang, sudah tentu akan mendorong nafsu makan kita untuk melahapnya. Nah, kalau sedang liburan atau jalan-jalan di Solo, boleh menjajal menu ini dan buktikan nikmatnya salah satu kekhasan kuliner Solo.

 

Getuk, Enak dan Membuat Kenyang

getukSetiap daerah mempunyai sebuah ciri khas masing masing baik itu dialek, bahasa, tempat, makanan dan lain lain. Kota Magelang yang terkenal dengan julukan kota getuk, kota Magelang memang sudah terkenal dengan penganan yang dinamakan getuk yang berbahan dasar singkong. Getuk yang dihasilkan dan sebagai ciri khas kota Magelang tersebut sedikit berbeda dengan getuk yang kita jumpai di kota lain walaupun sama sama dengan bahan dasar singkong. Getuk Magelang ini mempunyai tekstur yang halus dan rasanya gurih serta manis hal ini dikarenakan getuk Magelang diolah dengan menggunakan mentega dan gula.

Dikota Magelang ini sudah beraneka merk getuk kemasan yang ditawarkan dengan rasanya yang khas, beberapa merk yang terkenal sampai saat ini diantaranya Trio, Eco, Marem dan Week. Untuk harga berkisar mulai Rp. 12.500 hingga Rp. 14.000 per kardus. Getuk ini sangat cocok dibawa sebagai oleh oleh karena bisa bertahan hingga 3 sampai dengan 5 hari.

Selain getuk kemasan yang kebanyakan dipasarkan ditoko pusat oleh oleh, banyak juga banyak dijumpai di pasar pasar tradisional. Untuk rasa sebenarnya tidak jauh berbeda hanya mungkin ketahanan dan kemasan saja yang berbeda. Untuk yang pasar tradisional biasanya hanya dibungkus dengan daun pisang atau kertas minyak saja. Untuk harga lebih murah dari produk kemasan yakni antara Rp. 2.000,- Rp. 10.000,-.

Pembuatan getuk secara keseluruhan baik kemasan maupun tradisional tidak jauh berbeda. Pertama kali singkong yang telah dikupas dan dibersihkan kemudian di kukus hingga matang, kemudian dihaluskan dengan cara digiling agar teksturenya menjadi lembut. Pada masa lalu sebelum ada teknologi mesin giling untuk menghaluskan singkong tersebut menggunakan alat tradisional berupa lesung seperti halnya alat penumbuk padi. Selanjutnya adalah diberi gula, garam dan mentega secukupnya serta aroma dan dan juga pewarna tergantung dari masing masing pembuatnya untuk menampilkan rasa khas buatannya. Hampir semua produk getuk di Magelang tersebut untuk menjaga kualitas serta mutu pada umumnya tidak menggunakan pemanis buatan dan juga tanpa pengawet