surat kecil

Berbicara tentang umur, mungkin umurku tidak kecil lagi. Usia yang terbilang sudah cukup dewasa kata orang. Meski aku tahu dalam Islam usia kematangan seseorang berada pada usia 40 tahun. Yah, setidaknya kini usiaku menginjak setengah dari kematangan tersebut. Tapi dewasa adalah sebuah kata yang begitu abstrak dan tak terjelaskan. Aku sendiri tak pernah tahu apakah aku sudah dewasa atau tidak. Secara fisik aku hanya mengalami sedikit perubahan, tubuhku kadang berubah dari kurus kadang gemuk karena mungkin situasi, istilahnya beradaptasi dengan pikiran. ;readmore,…

Iklan

bege

Hujan, sebuah fenomena turunnya butir-butir air dari langit ke permukaan bumi. Apa yang ada dalam benak kalian tentang hujan?. Mungkin bagi sebagian besar dari kita selalu mengatakan bahwa air hujan itu turun karena mereka sudah terlalu rindu untuk terjun dan menghempaskan dirinya kepada tanah. Ataukah karena air hujan mendengar teriakan dari bawah kalau bumi ini rindu akan siraman air yang begitu menyejukkan sebagian tanah yang kering dan tandus. -;readmore,…>

Arti Perjalanan Hidup Bagiku

Perjalanan-Hidup1

Setiap perjalanan mesti ada titik awal dan titik yang dituju. Jika kita dari rumah mau ke toko sepatu, berarti rumah adalah titik awal kita dan toko sepatu adalah titik yang dituju. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai toko adalah lama perjalanan. Jika perjalanan itu lancar mungkin bisa kita tempuh dalam 10 menit, jika ada hambatan bisa sampai satu jam, bahkan jika terjadi kecelakaan di jalan, kita tidak akan sampai di tempat yang kita tuju. Hidup tak pernah bisa tertebak bagaimana awal dan akhirnya, selain sebagai suatu fase panjang yang harus kita lalui sebagaimana mestinya, untuk mencapai suatu kesempurnaan. Hidup tak selalu bisa terencana akan dimulai dan berakhir dimana. Terkadang kita hanya sekedar menjalani tanpa tahu arah dan tujuan, namun tak sedikit yang sadar, untuk apa ia hidup, dan bagaimana ia harus menjalani hidupnya.

Bagiku hidup adalah untaian cerita penuh makna yang abstrak. Membias dalam keseharian di atas kanvas tanpa warna dasar. Kadang juga hidup bagaikan sebuah persinggahan dalam menjalani suatu perjalanan. Ada kalanya kita berhenti sejenak melepas lelah, menatap sekitar, menyaksikan polah tingkah orang-orang yang sama sekali tak kita kenal. Mempelajari sebuah rasa sedih, marah, kecewa, tangis, bahagia, senyum, hampa dan kosong. Ketika kita merasa bahagia, betapa kanvas kehidupan itu selalu ingin diwarnai dengan tinta warna-warni pelangi. Namun ketika bersedih, kanvas itu seolah-olah basah akan genangan air dan sulit diwarnai kecuali dengan cipratan lumpur ratapan pilu. ;readmore..

Sebuah Kursi Penantian

penantian

Dibawah tikaman terik Mentari, sebuah insan teduh menepih.
Jiwanya di bakar oleh barahan api rindu yang mencekam.
Ia larut dalam ingatan kenangan yang perna tersirat oleh waktu.
Kenangan itu berisyaratkan tentang arti dari sebuah nilai,
Nilai yang terpatri dalam catatan sejarah hidupnya.
Nilai itu erat identiknya dengan sebuah kursi dan beberapa anak manusia.

Satu demi satu puing-puing kenangan itu, ia ambil, diubahnya
Menjadi sebuah prasasti indah demi keabadian kisah itu.
Diatas tembok prasasti kenangan itu, tertulis namanya dan sebuah nama,
Nama yang selalu ia kenang dalam buku dirinya.

Acap kali ia bertanya-tanya pada saksi bisu,sebuah kursi itu,
Kapankah akhir dari penantiannya ? 
Apakah penantian itu akan berujung indah ?
Apakah sang waktu akan bermurah hati padanya ?
Namun kursi panjang hanya membisuh diam tak bergumang.
;readmore

 

kasingsaynagkeluargaMaha Suci Allah, Zat yang mengkaruniakan kasih sayang kepada makhluk-makhlukNya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang kecuali akan memperindahkan orang tersebut dan tidaklah kasih sayang terlepas dari diri seseorang kecuali akan memperburukkan dan menghinakan orang tersebut.

Kenapa begitu? Jika kemampuan kita untuk menyayangi orang lain tercabut, maka itulah puncak dari segala bencana karena kasih sayang Allah hanya akan diberikan kepada orang-orang yang hatinya masih memiliki kasih sayang. Oleh karena itu, tidak boleh tidak, kita mesti berjuang dengan sekuat tenaga agar hati nurani kita hidup. Kita boleh mengasahnya dengan merasa terharu dengan kisah-kisah orang yang rela meluangkan waktu untuk memperhatikan orang lain. Kita dengar bagaimana ada orang yang rela bersusah-payah membacakan buku, surat kabar atau juga surat kepada orang-orang yang cacat penglihatan sehingga mereka dapat belajar, dapat informasi dan boleh mendapatkan ilmu yang lebih luas.

Walaupun hanya satu rahmatNya yang diturunkan ke bumi, namun bagi seluruh makhluk sungguh luar biasa dahsyatnya. Sudah semestinya jika kita merindukan kasih sayang, perhatian dan perlindungan Allah SWT. ; readmore…